Marco Reus Reuni Dengan Lucien Favre di Borussia Dortmund

Marco Reus dan Lucien Favre
Marco Reus dan Lucien Favre saat keduanya di Borussia Monchengladbach

Gilabola.com – Pemain sayap Jerman Marco Reus bahagia bisa bertemu kembali dengan Lucien Favre, yang menurutnya merupakan pilihan yang tepat bagi Borussia Dortmund.

Der BVB telah resmi menunjuk pria berusia 60 tahun itu usai merayunya untuk meninggalkan Nice dengan iming-iming durasi kontrak selama dua tahun.

Tugas Favre yang utama adalah memberikan kestabilan ke Signal Iduna Park, pasca kegagalan Peter Bosz dan Peter Stoger pada musim kemarin.

Lucien Favre sendiri bukan orang baru di Bundesliga. Sebelumnya ia pernah menangani Hertha Berlin dan Borussia Monchengladbach.

Advertisement

Salah satu bekas anak asuhnya di Monchengladbach adalah Marco Reus, yang merasa senang bisa bereuni dengan pelatih berkebangsaan Swiss itu.

“Saya sudah pernah dilatih beberapa pelatih dan Favre mungkin salah satu yang terbaik,” ujar Reus pada Asosiasi Sepak Bola Jerman.

“Tentu saja sudah lama sejak kami bekerja bersama di Gladbach. Bangga bisa melihat betapa telitinya dia kala itu, baik di ruang ganti dan di atas lapangan, di mana Favre melakukan segalanya sendirian dan memiliki kontrol penuh.”

“Saya harap seperti itulah cara Lucien Favre sekarang bekerja. Setelahnya kami akan membawa Dortmund kembali ke jalur yang benar.”

Saat ini Marco Reus bergabung dengan kamp latihan tim nasional Jerman untuk Piala Dunia 2018 Rusia, setelah sebelumnya absen di Piala Dunia 2014 Brasil akibat cedera.

Pesepak bola berusia 28 tahun ini yakin Jurgen Klopp akan membawa Jerman menjadi salah satu dari tiga negara yang mampu mempertahankan trofi ajang empat tahunan tersebut.

“Saya sepenuhnya yakin bahwa jika tim mampu menemukan jati dirinya dan segalanya akan berjalan otomatis. Jerman berpeluang besar untuk mempertahankan gelar juara,” tambahnya.

“Tapi percuma berspekulasi untuk saat ini soal siapa yang akan kami hadapi di babak perempat-final. Tidak boleh ada yang meremehkan grup kami yang diisi Meksiko, Korea Selatan dan Swedia karena laga-laga nanti akan sangat sulit.”

“Sepanjang turnamen nanti pun kami akan melakoni setidaknya satu atau dua laga yang akan ditentukan oleh beberapa sentimeter atau insiden.”