Perjalanan Antonio Nusa di RB Leipzig: Terinspirasi Neymar dan Bidik Piala Dunia

Gilabola.com – Pemain muda RB Leipzig, Antonio Nusa, mengungkapkan kekagumannya terhadap Neymar serta ambisinya untuk terus berkembang, termasuk mengejar mimpi tampil di Piala Dunia bersama timnas Norwegia.

Di tengah kerasnya persaingan sepak bola profesional, sosok muda seperti Antonio Nusa terbilang cukup jarang. Winger asal Norwegia yang kini memperkuat RB Leipzig di Bundesliga Jerman itu dikenal memiliki sikap tenang dan pemikiran yang matang.

Ia mulai mencuri perhatian dunia berkat performanya yang menonjol, sekaligus berbagi cerita tentang perjalanan awal kariernya, sosok idola yang menginspirasinya, hingga pengalamannya bermain bersama pemain top seperti Erling Haaland dan Martin Odegaard.

Perjalanan menuju level tertinggi sudah dimulai Nusa sejak usia muda. Ia bahkan mencatatkan namanya sebagai pencetak gol termuda kedua dalam sejarah Liga Champions UEFA. Dalam proses tersebut, ia dihadapkan pada berbagai keputusan penting dan tantangan yang membentuk kemandiriannya, baik di dalam maupun luar lapangan.

Ia mengungkapkan bahwa sejak usia 16 tahun sudah hidup mandiri, yang memaksanya untuk mengurus kebutuhan sehari-hari sendiri.

“Saya sudah tinggal sendiri sejak umur 16 tahun, jadi saya harus bisa memasak sekarang. Dulu masih sekolah bersama teman-teman, lalu tiba-tiba harus menghadapi dunia luar sendirian.”

Kini, setelah menetap di Leipzig, Nusa terus berusaha beradaptasi. Meskipun tidak pernah mempelajari bahasa Jerman di sekolah, ia mulai memahaminya secara bertahap melalui interaksi dengan rekan setim dan pelatih.

Pengalaman Bertemu Neymar

Gaya bermain Nusa kerap dibandingkan dengan Neymar. Ia mengakui bahwa dirinya banyak mempelajari permainan bintang asal Brasil tersebut selama bertahun-tahun. Momen bertemu langsung dengan idolanya itu pun menjadi pengalaman yang sangat berkesan baginya.

“Bertemu Neymar terasa tidak nyata. Saya benar-benar tidak percaya. Itu pertama kalinya saya bertemu seseorang yang sangat saya kagumi. Saya mencoba belajar darinya, terutama teknik dan cara mengekspresikan diri di lapangan, meskipun tetap dengan gaya saya sendiri.”

Meski dikenal sebagai pemain sayap, Nusa tidak ingin membatasi diri hanya pada satu posisi. Ia memiliki ambisi untuk tampil fleksibel di lini depan, termasuk bermain sebagai gelandang serang (nomor 10) hingga penyerang.

Mengelola Rasa Gugup dan Proses Berkembang

Berbagai pengalaman yang ia jalani sejak usia muda membuat Nusa berkembang menjadi pribadi yang lebih dewasa. Meski demikian, ia tidak menganggap rasa gugup sebagai hal negatif. Justru, menurutnya, perasaan tersebut penting dalam menjaga semangat bertanding.

“Kalau tidak merasa gugup, berarti apa yang kita lakukan tidak terlalu penting. Rasa gugup itu bagus karena membuat kita bersemangat. Sebenarnya gugup dan antusias itu perasaan yang sama.”

Ia juga mengakui masih merasakan ketegangan sebelum pertandingan, namun justru menjadikannya sebagai energi tambahan.

“Saya masih merasa gugup sebelum bermain, tapi itu perasaan yang bagus. Itu membuat kita merasa hidup. Yang penting adalah menerimanya, bukan mencoba menghilangkannya.”

Mimpi Besar Bersama Norwegia

Menatap ajang Piala Dunia, Nusa memiliki ambisi besar untuk membantu Norwegia tampil kompetitif di level internasional. Kesempatan bermain bersama pemain kelas dunia seperti Erling Haaland dan Martin Odegaard menjadi motivasi tersendiri baginya.

“Mewakili Norwegia, apalagi di turnamen besar, adalah mimpi. Saya merasa sangat bangga dan bersyukur. Bisa tampil untuk pertama kalinya saja sudah luar biasa, dan tentu kami ingin melangkah sejauh mungkin.”

Sebagai penutup, Nusa menegaskan bahwa ambisinya tidak hanya terbatas pada karier sepak bola, tetapi juga ingin berkembang sebagai individu secara keseluruhan.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!