Perkenalkan Omar Richards, Pemain Tim Kasta Kedua Inggris yang Bela Bayern Munchen Musim Depan

Gilabola.com – Bayern Munchen secara mengejutkan datangkan Omar Richards yang berutang karir pada ibunya yang menjadi orang tua tunggal dan pernah membuat Fulham patah hati.

Mimpi pemain 23 tahun itu untuk merumput di sebuah klub papan atas tampaknya kesampaian juga, setelah ia teken kesepakatan prakontrak untuk pindah ke Allianz Arena musim panas mendatang.

Padahal, baru musim lalu Richards berhasil memantapkan dirinya sebagai pemain tim utama Reading yang diandalkan secara reguler. Sementara jebolan akademi Fulham dan Reading itu sendiri sudah dipanggil ke skuad utama The Biscuitmen sejak tahun 2016.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Kini, dia menjadi salah satu topik pembicaraan di dunia sepak bola sejak ia amankan transfer sensasionalnya ke Bayern Munchen, dan siap teken kontrak empat tahun di klub jawara Bundesliga itu.

Kepindahannya ke Jerman seakan menjadi puncak karir Richards sejak ini, setelah ia baru bermain satu kali untuk Timnas Inggris U-21. Namun, jalan terbuka baginya setelah ia mendapat dukungan penuh dari sang ibu, yang terus mendorong Richards agar dia mengikuti mimpinya.

Asli London Selatan

Omar Richards yang lahir di Lewisham, London Selatan, bersama dua saudara laki-lakinya dibesarkan sendirian oleh sang ibu. Dia jarang bertemu ayahnya, dalam kondisi yang sulit. Namun sepak bola memberinya semangat.

Pemain muda yang akan segera gabung Bayern Munchen ini awalnya bermain di sepak bola Sunday League, sebelum gabung akademi Fulham pada tahun 2008 hingga 2013, kemudian pindah ke akademi Reading hingga tahun 2016.

Ibunya-lah yang kemudian memastikan bahwa dia tak pernah kehilangan kesempatan untuk mengasah permainannya di lapangan hijau. “Saat tumbuh dewasa, ibu membuat banyak hal terjadi pada saya,” tandas Richards, seperti dilansir The Sun.

“Dengan sepak bola, dia membawa saya berlatih dan bertanding di banyak tempat di negeri ini. Saya benar-benar beruntung untuk itu. Saya tumbuh berkembang bersama ibu saya, seorang single parent, saya tidak sering bertemu ayah saya. Saya beruntung ibu lakukan banyak hal untuk saya. Saya berutang banyak pada ibu saya,” tambahnya.

“Jika bukan karena dia terus menemani saya latihan, mulai dari usia dini, saya tak yakin saya bisa terus bersemangat dan bertahan di bidang ini, jadi semua ini karena ibu saya. Bahkan sekarang, dia tetap datang menyaksikan saya bertanding saat ada kesempatan,” ungkap calon pemain Bayern Munchen bernama lengkap Omar Tyrell Crawford Richards ini.

Patah Hati di Fulham

Richards yang mengawali karirnya sebagai winger kiri, memantapkan dirinya di skuad utama Reading pada tahun 2019. Di tahun yang sama, dia dipanggil ke Timnas Inggris U-21 dan memulai debutnya di laga melawan Slovenia dengan hasil imbang 2-2.

Namun sebelum menjadi seorang pesepak bola profesional, dia bermain di sepak bola Sunday League bersama klub lokal. Saat itu, beberapa klub sudah mulai melirik permainan apiknya.

“Saya tak benar-benar yakin bagaimana awalnya saya masuk ke dunia sepak bola, tapi saya memulainya dengan bermain di Sunday League dengan tim lokal. Saya tidak benar-benar mengerti juga, apakah saya bisa bermain bagus, tapi awalnya saya hanya ingin bersenang-senang, lalu mereka mengajak saya bergabung,” ungkap Richards, yang sebelumnya lakukan negosiasi dengan Bayern Munchen sejak tiga bulan lalu itu.

“Saya bermain di sana beberapa tahun, tapi kemudian tim itu gulung tikar, saya kemudian pindah ke tim lokal yang lain di mana saya dipantau¬†Charlton, Chelsea dan Fulham,” tandasnya.

Setelah sukses jalani trial bersama the Cottagers, dia pun bergabung dengan Fulham yang berada di kawasan London Barat saat usianya masih 10 tahun. Namun, dia patah hati enam tahun kemudian.

“Saya ingat betul, saya dilepas Fulham saat usia saya 16¬† tahun, dan saya tidak tahu ke mana arah sepak bola yang saya geluti saat itu,” ungkap Richards yang nantinya akan menjadi pelapis Alphonso Davies di Bayern Munchen itu.

Disambar Reading

Beruntung bagi Richards, mendiang Eamonn Dolan – mantan pelatih akademi sepak bola Reading, melihat potensinya dan mengundangnya untuk dapatkan beasiswa. “Waktu saya datang ke Reading dan mendapat kontrak, saat itu menjadi momen besar dalam karir saya, saya hanya ingin terus lanjutkan langkah saya dan meraih mimpi saya,” tandasnya.

“Eadmonn beri kepercayaan pada saya, setelah dilepas Fulham saya seakan kehilangan kepercayaan diri dan dia-lah yang bisa memperbaikinya, membangkitkan saya kembali, dan membantu saya hingga saya berhasil seperti sekarang,” ungkap Richards.

Saat ia mulai dipromosikan pelatih akademi David Doods ke tim muda Reading, Richards mendapati ketrampilan terbaiknya di lapangan akan terlihat saat ia dimainkan sebagai bek kiri menyerang. “Sebelum saya bermain lebih sebagai seorang pemain menyerang, saya biasa menjadi pemain nomor 10 atau pemain saya – saya suka gaya bermain David Silva, saya selalu memperhatikannya,” ujar Richards yang diyakini akan hadapi persaingan lebih ketat di Bayern Munchen itu.

“Saat itu saya masih di tahun pertama di akademi, dan mereka tak punya bek kiri, David Dodds kemudian memainkan saya di posisi itu dalam satu pertandingan dan hasilnya lumayan bagus, jadi saya terus bermain di posisi tersebut sejak saat itu!”, tandas Richards.