Pertandingan Bayern Munchen Batal Tayang Di Iran Karena Wasit Perempuan

Pertandingan Bayern Munchen Batal Tayang Di Iran Karena Wasit Perempuan

Gilabola.com – Pertandingan Bayern Munchen batal tayang di televisi Iran karena dipimpin wasit perempuan. Laga klub Liga Jerman tersebut memang dipimpin oleh wasit perempuan yang tidak asing lagi, Bibiana Steinhaus.

Pihak televisi ternama Iran, IRIP, dilaporkan secara sepihak membatalkan tayangan laga Bayern Munchen. Raksasa Bundesliga itu sendiri menang saat melawan Ausburg dalam pertandingan yang dipimpin oleh Bibiana Steinhaus yang jelas bukan wasit tanpa pengalaman.

Bibiana Steinhaus merupakan wasit berkualitas tinggi asal Jerman. Ia didaulat untuk menjadi pengadil dalam laga penting Bundesliga tersebut dan bukan hal asing lagi di Jerman.

Advertisement
advertisement
advertisement

Pihak IRIB ikut menyoroti perjuangan Bayern Munchen karena tertarik juga dengan laga-laga Eropa. Meski tertarik, namun eksekutif televisi tersebut langsung membatalkan tayangan saat menyadari jika laga tersebut tidak dipimpin oleh wasit pria.

Media Jerman BILD ikut kaget dan mengabarkan hal tersebut: “Televisi negara Iran IRIB tidak menayangkan program pertandingan dengan pemberitahuan singkat.”

Pertandingan Bayern Munchen masih disukai banyak penonton Iran

Para jurnalis Iran lantas melaporkan jika pembatalan tersebut membuat banyak pihak kecewa karena dilakukan di menit-menit jelang laga. Pihak pemerintah Iran memaklumi keputusan televisi mereka karena pelarangan tampilan sebagian tubuh perempuan seperti menggunakan celana pendek yang biasa di dunia sepak bola.

Tidak ada pernyataan resmi yang mengklarifikasi keputusan tersebut. Mereka berpeluang lakukan hal yang sama untuk laga-laga lainnya.

Bibiana Steinhaus cukup terkenal hingga Indonesia. Perempuan berusia 39 tahun itu menjadi perempuan pertama yang dipercaya memimpin laga pria di Jerman. Dia bergabung ke Bundesliga pada bulan September 2017 silam. Tahun 2018 ia menjadi salah satu offisial terbaik di Jerman.

Steinhaus lantas dapat kesempatan wawancara melalui DW atas kasus yang menimpanya Pertandingan Bayern Munchen, “Bundesliga adalah salah satu Liga terbaik yang saya hormati, jadi memiliki official perempuan menjadi langkah besar.”

“Resep untuk kehormatan adalah dengan memperlakukan orang lain sebagaimana kalian ingin diperlakukan. Kalian tidak perlu berteriak agar suatu pekerjaan bisa selesai. Kuncinya adalah komunikasi.”

“Kalian harus sopan, membantu dan terus terang atau apa adanya. Kalau kalian sanggup melakukannya, kalian sudah ada pada jalur yang tepat untuk dihormati orang lain.”

“Saya tidak suka topik perbedaan gender. Saat menyentuh masalah wasit saya bisa mengerti jika hal itu topik untuk orang lain disekitar saya saja. Pada akhirnya, performa dilapangan jadi yang utama. Seberapa hebatnya kalian saat bertugas. Tak peduli gender, ras, atau agama kalian. Itu saja yang dilihat.”