Prediksi Borussia Dortmund vs Bayer Leverkusen, Liga Jerman 14 September 2019

Prediksi Borussia Dortmund vs Bayer Leverkusen, Liga Jerman 14 September 2019

Gilabola.com – Prediksi Borussia Dortmund vs Bayer Leverkusen pada pekan ke-4 Liga Jerman di Signal Iduna Park, Sabtu (14/9) malam WIB.

Borussia Dortmund mendapatkan masalah pertama mereka di musim baru, saat mereka kalah 1-3 dari tim pendatang baru di Bundesliga, Union Berlin. Pelatih Lucien Favre tentunya telah menghabiskan banyak waktu untuk menganalisa pertandingan ini – terutama terkait pertahanan skuadnya, karena mereka kebobolan dua gol dari umpan sepak pojok.

Cedera bek Manuel Akanji dan Nico Schulz selama jeda internasional sepertinya akan menambah pusing pelatih asal Swiss itu. Namun, setiap situasi sulit memiliki beberapa keuntungan, di antaranya Jadon Sancho yang sudah kembali ke Jerman setelah mencetak gol pertamanya untuk Inggris.

Pemain lain yang menonjol dalam jeda internasional adalah pemain depan asal Spanyol, Paco Alcacer. Dia menjadi pencetak gol terbanyak Dortmund musim lalu, dan telah menjadi pencetak gol di delapan pertandingan sejauh musim 2019/20 ini, baik untuk klub maupun negaranya, di mana Alcacer tercatat berhasil mencetak tiga gol dalam dua pertandingan Timnas Spanyol.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Namun, untuk laga akhir pekan ini, Dortmund tak akan diperkuat Thorgan Hazard yang masih cedera. Julian Brandt pun akan masuk daftar Starting XI melawan mantan klubnya tersebut. Demikian prediksi Borussia Dortmund vs Bayer Leverkusen.

Bayer Leverkusen masih memiliki lini serang yang efektif, meskipun mereka menjual Brandt ke Dortmund pada musim panas ini. Mereka mencetak enam gol dalam dua pertandingan, sebelum meraih hasil imbang 0-0 di kandang sendiri saat hadapi Hoffenheim.

Tidak diragukan lagi, Kevin Volland, Leon Bailey, Karim Bellarabi dan Kai Havertz akan memberi masalah pada pertahanan Dortmund, Sabtu (14/9) nanti.

Mantan manajer Dortmund, Peter Bosz, tidak diragukan lagi akan menyadari masalah pertahanan timnya sendiri. Leverkusen berhasil mencatatkan clean sheet pertama mereka di delapan pertandingan terakhir, yakni saat melawan Hoffenheim. Tapi, itu terjadi di laga  melawan tim yang sedang membangun kembali skuadnya.

Leverkusen kebobolan tiga gol dalam dua pertandingan sebelumnya, termasuk dua gol di 25 menit awal kemenangan 3-2 yang mendebarkan mereka atas Paderborn, yang baru promosi ke Bundesliga, di laga pertama musim ini.

Tidak sulit untuk membayangkan, para pemain menyerang-lah yang memainkan peran paling menonjol dalam pertandangan ini. Dortmund telah mencetak gol terbanyak kedua sejauh ini, sementara Leverkusen telah mencetak gol terbanyak kelima. Namun, kedua tim masing-masing hanya membukukan satu clean sheet.

Dortmund jelas masih rentan di lini belakang, bahkan walaupun bek veteran Mats Hummels kini kembali ke klub tersebut, di mana tidak ada tim di papan atas klasemen yang kebobolan lebih banyak gol daripada Dortmund.

Hummels belum membantu mengatasi kurangnya stabilitas pertahanan Dortmund dari musim lalu. Tapi kabar baiknya, kelemahan defensif Leverkusen sendiri lebih buruk dalam jangka panjang, karena skuad asuhan Bosz ini hanya mencatatkan dua clean sheet dalam laga tandang di tahun 2019, atau hanya 22 persen saja!

Lini serang Dortmund tentunya harus diakui lebih bagus ketimbang Leverkusen. Die Borussen telah mencetak dua gol atau lebih di masing-masing dari 18 pertandingan terakhir mereka di Signal Iduna Park, dan telah memenangkan enam dari delapan pertemuan terakhirnya melawan Leverkusen. Demikian dilansir Freesupertips.com.

Jadi, Borussia Dortmund pun diprediksi akan memenangkan laga pada Sabtu nanti di mana kedua tim akan sama-sama mencetak gol. Prediksi Skor: Borussia Dortmund vs Bayer Leverkusen 3-2.

Statistik Pertandingan Borussia Dortmund vs Bayer Leverkusen

  • Borussia Dortmund telah memenangkan tiga pertandingan Bundesliga terakhir mereka melawan Leverkusen, dan tidak terkalahkan dalam lima pertemuan terakhir, dengan catatan empat kali menang serta sekali imbang.
  • Kemenangan terakhir Leverkusen atas Dortmund, terjadi saat kemenangan 2-0 di kandang pada Oktober 2016.
  • Dortmund telah memenangkan empat pertandingan kandang terakhir mereka melawan Leverkusen, dengan mencetak setidaknya tiga gol di setiap pertandingan.
  • Setelah meraih dua kemenangan pada awal musim, Dortmund tergelincir lewat kekalahan 1-3 melawan Union Berlin di laga ketiga Bundesliga musim ini.
  • Mereka tidak mengalami kekalahan di laga Bundesliga pertama mereka musim 2018/19 lalu, bahkan hingga laga ke-16, lagi-lagi melawan tim yang baru promosi, Dusseldorf, dengan skor 1-2.
  • Dortmund telah mencetak setidaknya satu gol dalam setiap laga di 26 pertandingan kandang terakhir di Bundesliga, dan setidaknya mencetak dua gol dalam 18 pertandingan terakhir.
  • Mereka gagal mencetak gol di kandang melawan Wolfsburg, dengan meraih hasil imbang tanpa gol pada Januari 2018.
  • Borussia Dortmund lebih dulu tertinggal 0-1 di masing-masing dari tiga pertandingan Bundesliga mereka musim ini, dan hanya Hertha BSC yang juga pertama kebobolan gol di setiap pertandingan.
  • Dua dari tiga gol yang masuk ke gawang Dortmund di kandang Union Berlin, terjadi dalam situasi sepak pojok. Secara keseluruhan, mereka kebobolan delapan gol dari situasi sepak pojok tersebut di tahun 2019 ini, dan itu menjadi yang tertinggi di ajang liga reguler.
  • Bintang Dortmund, Paco Alcacer, telah mencetak gol di masing-masing dari lima pertandingan kompetitifnya di 2019/20. Rekan satu timnya, Jadon Sancho, telah mendaftarkan 10 assist di tahun 2019 ini, dan itu menjadi angka tertinggi di Bundesliga.
  • Leverkusen menjadi salah satu dari empat tim yang tak terkalahkan di musim 2019/20 sejauh ini, meskipun mereka kehilangan poin untuk pertama kalinya dalam hasil imbang 0-0 melawan Hoffenheim di laga ketiga.
  • Leverkusen telah memenangkan empat pertandingan tandang Bundesliga terakhir dan hampir menyamai rekor klub. Mereka memenangkan lima pertandingan tandang beruntun di bawah asuhan Christoph Daum pada musim gugur 1998.