Spanduk Anak Perek Hentikan Laga Bayern Munchen di Hoffenheim

Spanduk Anak Perek Hentikan Laga Bayern Munchen di Hoffenheim

Spanduk anak perek hentikan laga Bayern Munchen di Hoffenheim pada pekan 24 Liga Jerman. Laga dihentikan bukan satu, bukan dua, tapi tiga kali! Dan selama 12-13 menit terakhir, setelah pertandingan dilanjutkan, laga diselesaikan dengan oper-operan bola antara kedua tim.

Pertandingan Hoffenheim vs Bayern Munchen terganggu oleh spanduk yang mengejek pemilik TSG Hoffenheim sebagai anak perek. Spanduk itu dibentangkan bukan oleh fans tuan rumah tapi oleh para pendukung tim tamu Die Roten, yang berdiri di salah satu sudut tribun.

Bayern Munchen unggul 6-0 atas tuan rumah Hoffenheim sebelum para pendukung Die Roten di salah satu sudut stadion membentangkan spanduk raksasa yang bertuliskan ejekan untuk Dietmar Hopp sebagai anak perek.

Itu bukan pertama kalinya Dietmar Hopp menjadi sasaran ejekan para penggemar klub lawan. Figur orang kaya raya banget berusia 79 tahun itu, salah satu pendiri raksasa perangkat lunak SAP, adalah sosok yang tidak populer di antara banyak para pendukung sepak bola Jerman. Hopp menjadi sosok tidak populer di negara Jerman yang sosialis setelah membiayai trilyunan rupiah kebangkitan kembali klub lokal Hoffenheim. Mereka naik dari liga antar kampung (tarkam) dan lolos ke divisi teratas sepak bola Jerman, Bundesliga, setelah mengucurkan uang lebih dari Rp 5,5 Trilyun. Kurang lebih sama seperti kebencian para pendukung sepak bola Jerman terhadap RB Leipzig.

Advertisement
berita bola
jadwal bola
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Dietmar Hopp dikecualikan dari aturan kepemilikan klub 50+1 yang berlaku untuk semua klub sepakbola Jerman pada Juli 2015, dan sekarang ia memiliki 96 persen saham di TSG Hoffenheim, yang menempati posisi kesembilan di Bundesliga musim lalu di bawah asuhan pelatih kepala muda Julian Nagelsmann. Tahun sebelumnya, mereka berada di urutan ketiga, lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.

Seperti bisa Anda baca dari laporan pertandingan Hoffenheim vs Bayern Munchen, laga itu sendiri usai dengan skor 0-6. Keenam gol Die Roten dicetak berturut-turut oleh Serge Gnabry (menit ketiga), Joshua Kimmich (7′), Joshua Zirkzee (15′), Philippe Coutinho (33′ dan 47′), sebelum ditutup oleh Leon Gorezka (62′).

Setelah lahirnya gol keenam dari para pemain Bayern Munchen, pendukung Die Roten kemudian membentangkan tiga spanduk raksasa yang isinya mengejak pemilik TSG Hoffenheim tersebut. Para pemain Bayern dan juga pelatih berusaha membujuk pendukung mereka untuk menggulung spanduk, tapi gagal.

Tiga kali laga dihentikan sebelum wasit yang memimpin pertandingan Liga Jerman pekan 24 itu kemudian mengakhiri laga dan membawa masuk pemain kedua kesebelasan ke kamar ganti. Ketika akhirnya para pemain Hoffenheim dan Bayern Munchen kembali ke atas lapangan, mereka mempertontonkan oper-operan ke sana ke mari tanpa tujuan, tidak ada permainan dan gawang ditinggalkan kosong oleh kedua kiper. Selama 12-13 menit terakhir laga dimainkan seperti itu guna membalas perlakuan para pendukung Bayern Munchen yang memalukan tersebut. Lihat bagaimana para pemain kedua tim menyiksa pendukung Die Roten itu.