Striker Hoffenheim Ini Pamerkan Cara Licik Mencuri Gol Dari Sesama Pemain

Striker Hoffenheim Ini Pamerkan Cara Licik Mencuri Gol Dari Sesama Pemain

Cukup modal jempol kaki, striker Hoffenheim ini memamerkan cara licik untuk mencuri gol dari sesama pemain saat menjamu Bayer Leverkusen pada laga Bundesliga, Sabtu (30/3) dinihari. Lihat.

Pertandingan Liga Jerman hari Sabtu dinihari di Rhein-Neckar-Arena ini tengah memasuki menit ke-78 saat sebuah serangan dilancarkan oleh pemain Aljazair, Ishak Belfodil. Ia berhasil memasuki kotak penalti dan melepaskan tembakan ke sudut terjauh gawang Lukas Hradecky. Gol? Tidak. Di detik terakhir, sesaat sebelum bola melewati garis gawang, muncul Andrej Kramaric. Pemain Kroasia itu meregangkan kakinya dan jempol kakinya berhasil menyentuh bola sebelum masuk. Gol juga sih, tapi atas nama Kramaric, bukan Ishak Belfodil.

Padahal pemain Aljazair berusia 27 tahun itu sebenarnya bisa mencatatkan hattrick pertamanya untuk Hoffenheim (bahkan untuk seluruh karir sepak bolanya) jika gol tadi masuk. Pada pertandingan tadi malam di Rhein-Neckar-Arena, ia sudah mencetak dua gol pada menit 10 dan 61. Ditambah dengan gol bunuh diri Sven Bender, skor sudah 3-1 saat gol Andrej Kramaric tadi terjadi.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Itu namanya pemain mencuri jatah gol rekannya. Jika top skor Hoffenheim itu menahan diri sedikit saja maka gol tadi akan tercatat atas nama Ishak Belfodil. Lihat rekamannya di bawah ini. Forward ke menit 6:33.

Andrej Kramaric adalah top skor Hoffenheim dengan 14 gol, dan juga nyaris menduduki top skor Bundesliga. Sama kuat dengan Sebastian Haller dari Eintracht Frankfurt yang memiliki jumlah gol sama, mereka kalah dari Luka Jovic dan Marco Reus. Keduanya 15 gol serta Robert Lewandowski 18 gol.

Mereka yang membela striker asal Kroasia berusia 27 tahun itu akan mengatakan bahwa bola yang dilepaskan oleh Belfodil tidak terlihat sebagai sebuah serangan ke gawang. Kecepatan dan arah bola terlihat seperti ke sisi kanan gawang dan itu sebabnya Kramaric secara instinktif membelokkan bola dengan jempol kakinya.