Thiago Alcantara Jadi Tumbal Kemenangan Bayern Munchen

Jupp Heynckes dan pemain Bayern Munchen saat sesi latihan untuk laga di gelaran Liga Champions.
Jupp Heynckes dan pemain Bayern Munchen saat sesi latihan untuk laga di gelaran Liga Champions.

Jupp Heynckes mengatakan Thiago Alcantara mengalami cedera otot serius saat Bayern Munchen menang 2-1 atas Anderlecht di Liga Champions pada hari Kamis, namun cedera Arjen Robben mungkin hanya cedera ringan.

Pemain tengah itu dipaksa harus ditarik keluar di akhir babak pertama dan manajernya mengatakan klub menghadapi menunggu dengan cemas untuk menentukan tingkat keparahan cederanya.

Thiago diganti sesaat sebelum babak pertama usai, dengan James Rodriguez masuk mengisi tempatnya saat Bayern mengakhiri start yang lambat mereka untuk meraup tiga poin tersebut penuh.

Robben, sementara itu, ditarik tiga menit memasuki babak kedua dalam kemenangan 2-1 Bayern atas tuan rumah Anderlecht.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Berbicara setelah pertandingan, Heynckes mengungkapkan klub tersebut menghadapi menunggu dengan cemas cemas untuk mengetahui keparahan masalah bintang Spanyol tersebut. “Thiago mengalami cedera otot yang serius,” katanya kepada Sky.

Sementara tentang pemain veteran Belanda, Heynckes menambahkan: “Robben mengatakan bahwa menurutnya itu tidak terlalu buruk, kami harus menunggu diagnosisnya.”

Heynckes tidak sepenuhnya puas dengan timnya meski mendapat kemenangan, sebuah hasil ini membuat mereka berada di posisi kedua di Grup B, tiga poin di bawah Paris Saint-Germain, menjelang pertemuan mereka dengan tim asuhan Unai Emery di Allianz Arena bulan depan.

Anderlecht memiliki peluang lebih baik di babak pertama, namun tim tamu menang setelah mencetak dua gol berkat gol-gol dari Robert Lewandowski dan Corentin Tolisso.

Namun, Heynckes merasa Bayern tak cukup memuaskan sembari mempertanyakan sikap para pemainnya yang menganggap mudah pertandingan ini.

“Kami bermain sangat buruk di babak pertama dan memberikan dua atau tiga peluang besar,” tambahnya.

“Tentu saja Anda harus mempertanyakan itu kepada tim. Kami masuk ke dalam permainan berpikir ini akan menjadi permainan yang mudah karena lawan kami tidak memiliki poin dalam grup. Kami memberi bola terlalu sering dan mereka memiliki terlalu banyak ruang.”