Klub Sepakbola Indonesia Yang Pernah Disponsori Oleh Perusahaan Judi Bola

Gilabola.com – Bukan hanya di Liga Inggris, di sepakbola Indonesia juga ada kok beberapa klub yang mendapat sponsor dari perusahaan judi bola, murni bisnis!

Saat klub-klub sepakbola Indonesia seperti Persikabo 1973 telah bekerjasama dengan situs judi online terkemuka, mendadak semua orang di negeri ini berpolemik. Pada bulan Februari 2020, manajemen Persikabo telah mengumumkan secara resmi bahwa klub tersebut bekerjasama dengan perusahaan judi bola bernama Sbotop sebagai sponsor utama klub yang bermarkas di Stadion Pakansari Bogor tersebut.

Bahkan saat itu logo sponsor Sbotop juga sudah terpampang di jersey mereka, hal ini yang kemudian diprotes oleh sebagian besar orang, bahkan oleh pendukung Persikabo sendiri. Kemudian pihak manajemen mengatakan bahwa kehadiran sponsor perusahaan judi bola tersebut murni bisnis saja.

Mencari sponsir dari sebuah perusahaan judi ternyata memang tidak berlawanan dengan aturan sepak bola yang ada kala itu, termasuk di statuta PSSI sekalipun. Aturan yang tercantum adalah larangan untuk menjadikan perusahaan minuman beralkohol dan rokok sebagai sponsor klub bola di Indonesia.

Aturan baru yang melarang perusahaan judi, baik itu judi online maupun judi offline sebagai sponsor klub di Indonesia barulah terbut pada akhir Februari 2020 melalui surat 103/LIB/II/2020. Sebuah aturan yang terlambat, mengingat sudah ada kontrak kerja sama yang ditandatangani oleh pihak klub dan pihak sponsor.

Meski banyak mendapatkan protes, pihak Persikabo 1973 saat itu tetap meluncurkan jersey baru mereka dengan logo sponsor situs judi online.

Selain Sbotop, rupanya sudah ada beberapa perusahaan seperti M88, Fun88 dan sebagainya yang bisa digolongkan sebagai perisahaan judi yang pernah menjadi sponsor klub bola di Indonesia.

PSMS Medan, sebuah klub legendaris dalam persepakbolaan tanah air kebanggaan kota Medan, klub ini di tahun 2019 pernah menjalin kerjasama dengan situs judi online M88. Namun kerjasama ini tidak begitu menjadi polemik, pertama karena memang tidak melanggar aturan PT Liga Indonesia Baru, dan kedua karena perusahaan situs judi online tersebut tidak menjadi sponsor utama PSMS Medan.

Borneo FC juga pernah bekerja sama dengan salah satu situs judi online terkemuka, Fun88. Sama seperti PSMS Medan, dikarenakan belum adanya regulasi yang mengikat, serta bukan menjadi sponsor utama menjadikan Borneo terhindar dari protes.

Sebenarnya memang sulit polemik ini, di lain sisi klub-klub tersebut membutuhkan sponsor untuk membiayai klub mereka, dan dengan dilarangnya peruhsaan raksasa seperti rokok untuk menjadi sponsor, klub terpaksa mencari perusahaan yang masih berkaitan dengan sepakbola dan punya uang banyak. Belum banyak perusahaan besar yang mau beriklan di sepakbola Indonesia, bagaimana dengan bulutangkis Indonesia yang sepanjang sejarah dibesarkan oleh Djarum selama ini, sempat jadi polemik juga kan 🙂

Advertisement