4 Alasan Arsenal Menyesal Lewatkan Transfer Dayot Upamecano

4 Alasan Arsenal Menyesal Lewatkan Transfer Dayot Upamecano

Gilabola.com – Laga perempat final Liga Champions antara RB Leipzig vs Atletico Madrid menjadi ajang pertunjukan skill bagi bek muda berusia 21 tahun, Dayot Upamecano.

Bermain di posisi sentral dalam formasi tiga bek sejajar, bek internasional Prancis itu menunjukkan performa solid, membuat striker berpengalaman Diego Costa tampak mati kutu dan memaksa para penyerang Los Rojiblancos kesulitan mendapatkan peluang terbuka.

Hasilnya, RB Leipzig akhirnya sukses menghajar Atletico Madrid yang disebut-sebut sebagai rajanya pertahanan dengan skor 2-1, dan berhasil melaju ke babak semifinal Liga Champions untuk menantang Paris Saint-Germain.

Arsenal pernah berjuang untuk mendapatkan jasanya, namun mereka keberatan dengan klausul rilis bek Prancis itu senilai 60 juta euro atau setara satu trilyun rupiah. Dan berikut empat alasan mengapa The Gunners memang harus menyesal gagal mendapatkan Dayot Upamecano.

Investasi Jangka Panjang

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Di usia 21 tahun, Dayot Upamecano tentu saja merupakan investasi yang sangat menguntungkan bagi klub manapun yang memilikinya. Tak hanya bisa dimiliki jasanya dalam jangka panjang, nilai jual kembalinya tentu saja masih akan sangat tinggi. Jika bek Prancis bermain 5-7 tahun saja di Emirates, dia masih akan berusia 26-28 tahun, usia keemasan pemain dan harga jualnya sedang tinggi-tingginya.

Performa Sudah Matang

Untuk ukuran pemain yang baru berusia 20-an tahun, performa yang ditunjukkan Dayot Upamecano sepanjang musim ini sudah sangat matang. Lihat saja penampilan terbarunya melawan Atletico Madrid. Dia adalah pemimpin trio bek tengah dari dua bek tengah lain yang lebih senior yakni Lukas Klostermann (24 tahun) dan Marcel Halstenberg (28 tahun). Melawan striker berpengalaman macam Diego Costa di ajang sebesar Liga Champions, bek 21 tahun tampil tenang, membuat Atleti hanya bisa melepaskan tiga tembakan tepat sasaran sepanjang laga. Sementara di musim ini, mantan bek RB Salzburg itu tak pernah absen hampir di semua laga Leipzig di musim ini baik di Bundesliga, Liga Champions, ataupun DFB Pokal, kecuali jika dia cedera atau kena suspensi.

Kualitas Bek Modern

Di era sepak bola modern, permainan tim sangat banyak bergantung pada kualitas pemain lini belakang untuk menguasai dan mendistribusikan bola secara baik. Maka tak mengherankan banyak tim rela membeli mahal-mahal bek yang mampu membantu serangan semacam itu, seperti Liverpool membeli Virgil van Dijk 1,45 trilyun rupiah, Juventus memboyong Matthijs de Ligt 1,3 trilyun rupiah, atau yang terbaru Manchester City mendatangkan Nathan Ake hingga 795 milyar rupiah dari tim degradasi Bournemouth. Dayot Upamecano selama melawan Atletico mencatatkan tiga dribble sukses dan dua tembakan dengan akurasi umpan 91,5 persen yang membuktikan dia adalah bek modern yang sangat nyaman dengan bola dan mampu mendorong tim maju ke depan.

Situasi Kontrak

Kontrak lama Dayot Upamecano awalnya hanya sampai 2021 dengan klausul rilis satu trilyun rupiah. Uang yang besar memang, tapi bek Prancis akan menjadi investasi yang bagus untuk jangka panjang. Sayang Arsenal tidak mau membayar klausul rilis itu dan kini sang bek timnas Prancis U-21 sudah memperbarui kontraknya awal bulan ini yang membuatnya akan bertahan di klub hingga 2023 mendatang.

Jika Arsenal masih ragu soal Dayot Upamecano, lihat cuplikan saat ia menghabisi pertahanan Tottenham Hotspur, salah satu musuh The Gunners di kota London. Mungkin ini akan membuat Mikel Arteta berpikir ulang meski pun harganya saat ini sudah melonjak sangat mahal.