
Gilabola.com – Barcelona menang di laga krusial, tapi performa mereka menyisakan banyak pertanyaan besar yang bikin Hansi Flick tak bisa tenang.
Barcelona turun ke laga ini dengan satu beban berat di pundak. Tidak ada ruang untuk terpeleset. Menang adalah satu-satunya jalan jika Los Blancos ingin menjaga mimpi lolos otomatis tetap hidup ke fase gugur Liga Champions.
Atmosfer tegang sudah terasa bahkan sebelum bola bergulir. Ini bukan laga biasa. Ini adalah ujian mental, kedewasaan, dan konsistensi untuk tim asuhan Hansi Flick.
Slavia Praha mungkin datang tanpa kemenangan di Liga Champions musim ini. Namun sejarah mengajarkan satu hal. Meremehkan lawan di Eropa sering kali berujung petaka.
Fermín López Terus Membuktikan Dirinya Layak Jadi Starter
Setiap kali Barcelona butuh pembeda, satu nama kembali muncul. Fermín López.
Gelandang muda ini kembali menjadi sumber gol. Bukan kebetulan. Bukan hoki. Ini soal insting dan keberanian muncul di momen penting.
Statistiknya berbicara lantang. Fermín sudah terlibat dalam tujuh gol dari enam laga Liga Champions musim 2025-2026, dengan rincian lima gol dan dua assist.
Catatan ini membuatnya jadi pemain Spanyol kedua yang mencatatkan tujuh kontribusi gol dalam enam laga pertamanya bersama Barcelona di kompetisi ini, setelah Luis Enrique pada musim 1999-2000.
Perannya memberi warna berbeda di lini tengah. Ia bukan sekadar penghubung, tapi ancaman nyata di kotak penalti.
Dengan Fermín di belakang striker utama, Pedri mendapat kebebasan bergerak. Frenkie de Jong bisa fokus menjaga keseimbangan di depan lini belakang.
Pertanyaannya sederhana. Jika fit dan tersedia, kenapa Fermín tidak selalu jadi starter?
Barcelona Justru Terlihat Gugup di Awal Laga
Yang mengejutkan justru datang di menit-menit awal. Barcelona terlihat seperti tim tamu yang gugup, bukan raksasa Eropa yang sarat pengalaman.
Posisi antar lini sering berantakan. Umpan sederhana kerap gagal. Kreativitas seperti terkunci rapat oleh permainan disiplin Slavia.
Dua gol di babak pertama memperlihatkan masalah lama yang belum benar-benar hilang. Lini belakang mudah panik saat ditekan.
Situasi bola mati pun jadi momok. Bertahan dari sepak pojok seharusnya bukan hal serumit ini bagi tim sekelas Barcelona.
Tak heran kamera televisi berkali-kali menyorot wajah Hansi Flick yang tegang. Ada amarah yang tertahan. Ada kekhawatiran yang jelas terlihat.
Dani Olmo dan Tanda Tanya yang Tak Pernah Usai
Sedikit pemain Barcelona yang memecah opini publik seperti Dani Olmo.
Saat buruk, ia benar-benar tenggelam. Saat bagus, ia terlihat begitu menentukan. Hampir tidak ada versi tengah-tengah dari Olmo.
Kemampuan mencetak gol jelas jadi keunggulannya. Namun kontribusi itu tidak selalu hadir secara konsisten.
Fakta bahwa ia lebih sering masuk dari bangku cadangan berbicara banyak. Perannya belum sepenuhnya meyakinkan staf pelatih.
Di laga ini, intervensinya penting. Tapi sekali lagi, itu datang sebagai pengecualian, bukan kebiasaan.
Dengan Pedri mengalami cedera, peluang bisa terbuka. Namun pertanyaannya tetap sama. Apakah Olmo bisa dipercaya dari menit pertama, atau hanya sebagai pemantik dari bangku cadangan?
Opini Gilabola: Menang Penting, Tapi Barcelona Belum Benar-Benar Aman
Kami melihat kemenangan ini sebagai dua sisi mata uang. Hasilnya krusial, tapi performanya belum sepenuhnya menenangkan.
Barcelona masih terlalu mudah kehilangan kontrol di fase awal laga. Di Liga Champions, momen-momen seperti itu sering dihukum tanpa ampun.
Fermín López adalah jawaban untuk lini tengah. Namun pertahanan dan stabilitas mental masih jadi pekerjaan rumah besar.
Jika ingin melangkah lebih jauh, Barcelona tidak bisa terus bergantung pada momen individual. Mereka butuh kendali penuh sejak menit pertama, bukan reaksi setelah tersentak.