Arsenal Diuntungkan Aturan UEFA Jelang Duel Leg Pertama 16 Besar Liga Champions

Arsenal mendapatkan keuntungan dari sebuah aturan UEFA yang jarang diketahui publik menjelang laga penting Liga Champions melawan Bayer Leverkusen. Situasi ini memberi pelatih Mikel Arteta tambahan opsi dalam menentukan susunan pemain untuk pertandingan tersebut.

Arsenal Melaju Sempurna di Fase Liga

Arsenal tampil impresif sepanjang fase liga Liga Champions musim ini. Klub asal London tersebut memenangi seluruh delapan pertandingan yang mereka jalani, sehingga finis di posisi teratas klasemen dan melaju ke babak selanjutnya.

Pada babak 16 besar, Arsenal akan berhadapan dengan klub Bundesliga, Bayer Leverkusen. Pertandingan ini menjadi penentu langkah menuju perempat final dalam upaya The Gunners meraih trofi besar pertama mereka di kompetisi Eropa.

Menjelang laga tersebut, Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi. Mereka baru saja meraih empat kemenangan beruntun di semua kompetisi. Salah satu kemenangan terbaru diraih saat menaklukkan Mansfield Town dengan skor 2-1 pada Sabtu malam WIB, yang sekaligus mengantar Arsenal ke babak perempat final Piala FA.

Piero Hincapie Tetap Bisa Bermain Melawan Klub Asalnya

Mikel Arteta mendapatkan kabar baik sebelum menghadapi Leverkusen. Ia tetap dapat menurunkan Piero Hincapie meskipun bek tersebut berstatus pemain pinjaman dari klub Jerman itu.

Hincapie bergabung dengan Arsenal pada bursa transfer musim panas lalu dengan status pinjaman selama satu musim dari Bayer Leverkusen. Dalam kesepakatan tersebut, Arsenal juga memiliki opsi untuk mempermanenkan pemain asal Ekuador itu di akhir musim dengan nilai sekitar £45 juta atau sekitar Rp900 miliar.

Meski berasal dari klub yang akan mereka hadapi, aturan UEFA menyatakan bahwa klub pemilik pemain tidak diperbolehkan memasukkan klausul yang melarang pemain pinjaman tampil melawan mereka dalam kompetisi Eropa. Dengan demikian, Hincapie tetap berhak dimainkan oleh Arsenal pada pertandingan tersebut.

Sejak kedatangannya, Hincapie menjadi bagian penting dari skuad Arteta. Ia telah tampil dalam 27 pertandingan di semua kompetisi, termasuk empat laga di Liga Champions.

Kemampuannya bermain di beberapa posisi lini belakang membuatnya menjadi pemain yang berguna bagi tim. Hincapie juga baru saja tampil sebagai pemain pengganti saat Arsenal menghadapi Mansfield, sehingga berpeluang kembali dimainkan ketika menghadapi Leverkusen.

Contoh Kasus Serupa: Philippe Coutinho vs Barcelona

Kasus pemain yang menghadapi klub asalnya di Liga Champions sebenarnya bukan hal baru. Salah satu contoh paling terkenal terjadi pada musim 2019/2020 ketika Philippe Coutinho bermain melawan Barcelona.

Saat itu Coutinho dipinjamkan Barcelona ke Bayern Munich. Pada babak perempat final Liga Champions, Bayern harus berhadapan dengan Barcelona, klub yang masih memiliki kontrak dengan pemain asal Brasil tersebut.

Dalam pertandingan tersebut, Coutinho tampil impresif. Ia mencetak dua gol serta satu assist saat Bayern Munich menghancurkan Barcelona dengan skor 8-2 pada tahun 2020.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!