AS Roma Anggap Barcelona Lebih Penting Daripada Derby

Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, menilai laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Barcelona lebih penting dari derby Roma kontra Lazio akhir pekan ini.
Berita Liga Champions - Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, menilai laga leg kedua perempat final Liga Champions melawan Barcelona lebih penting dari derby Roma kontra Lazio akhir pekan ini.

Gilabola.com – Pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco menilai laga perempat final Liga Champions melawan Barcelona jauh lebih penting daripada Derby Della Capitale kontra Lazio.

Eusebio Di Francesco berharap, anak asuhnya di AS Roma kembali menjaga ketat Lionel Messi selama leg kedua kontra Barcelona. Pengumpul lima trofi Ballon d’Or itu sempat absen dalam dua laga persahabatan Timnas Argentina akibat cedera hamstring, dan baru kembali merumput di babak kedua kontra Sevilla, akhir Maret lalu.

Ia kembali menjadi starter di pertemuan pertama babak perempat-final Liga Champions di Camp Nou pekan lalu, tapi tidak bisa mencetak satupun dari empat gol yang tercipta.

Namun, setelah melihat hattrick ke gawang Leganes, Minggu (8/3) lalu, pelatih AS Roma Eusebio Di Francesco mengaku ketar-ketir.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Oleh karenanya, Di Francesco berharap anak asuhnya menempel ketat Lionel Messi seperti di pertemuan pertama, walau ia mengakui skuad Ernesto Valverde itu punya kualitas yang mumpuni.

“Semua orang berkata Messi tidak dalam kondisi bugar dan tiba-tiba ia mencetak tiga gol [ke gawang Leganes],” ujar Di Francesco dalam konferensi pers.

“Ini artinya, kami berhasil membatasi pergerakan Messi [di leg pertama]. Kami harus mengurangi ruang di sekeliling Messi sebanyak mungkin, di posisi manapun di lapangan,” tambahnya.

“Kekuatan Barcelona berasal dari mentalitas para pemainnya, yang dimulai dari akademi yunior dan mereka telah membangunnya selama bertahun-tahun. Mereka mampu tangani laga-laga secara luar biasa, menguasai bola dengan baik dan melakukan sesedikit mungkin kesalahan,” aku Di Francesco.

“Kami memaksa mereka lakukan beberapa kesalahan di leg pertama, tapi kami tidak memanfaatkannya dengan baik. Di sisi lain, kami harus membayar atas kesalahan yang dilakukan [dua gol bunuh diri]. Kami ingin mengontrol pertandingan tapi juga tidak kebobolan,” tandasnya.

Radja Nainggolan sebelumnya absen di pertemuan pertama di Camp Nou karena cedera paha. Tapi, kini ia telah kembali bermain.

Bagi Eusebio Di Francesco, Roma tak punya alasan untuk istirahatkan para pemain kunci, sehingga akan menurunkan skuad terbaiknya di Olimpico, Rabu (11/4) dinihari WIB.

Padahal pada laga Liga Italia berikutnya, Roma akan bertanding melawan sang rival abadi, SS Lazio, dengan harapan bisa tetap bertahan di zona Liga Champions. Kedua tim saat ini punya poin yang sama, 60, diikuti Inter MIlan di peringkat kelima dengan selisih satu poin saja.

“Saya pikir kami harus menurunkan skuat terkuat. Ini penting dan kami harus tetap percaya [bisa lolos ke semi-final],” tambah Di Francesco.

“Mari bertanding dengan hati yang kuat dan penuh semangat. Kami menghargai dan menghormati warna kebesaran Roma, jadi kami akan memberikan segalanya dan layak mendapatkan peluang untuk meraih sesuatu yang besar,” tandasnya.

“Kenapa tidak percaya hingga akhir dan berharap mampu meraih hasil yang tidak disangka-sangka? Kami ketinggalan tiga gol, jadi ini memang tugas yang sulit. Tapi kami mempunyai kewajiban untuk berusaha. Jadi skuat terbaik akan menjadi starter dan kita akan memutar otak untuk derby nanti,” ujar Di Francesco.