AS Roma: Peluang Terbuka Lebar, Tak Butuh Keajaiban Atas Liverpool

Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, katakan timnya tak perlu mukjizat untuk kalahkan Liverpool di leg kedua semifinal dan melaju ke final Liga Champions musim ini.
Pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco, katakan timnya tak perlu mukjizat untuk kalahkan Liverpool di leg kedua semifinal dan melaju ke final Liga Champions musim ini.

Gilabola.com – AS Roma kalah 2-5 dari Liverpool. Tapi dua gol tandang itu menyebabkan manajer Eusebio Di Francesco berkomentar sombong, bahwa peluang timnya masih terbuka lebar.

Manajer AS Roma, Eusebio Di Francesco tegaskan, timnya tak perlu keajaiban dalam kalahkan Liverpool di leg ke dua semifinal nanti agar dapat maju ke final Liga Champions.

AS Roma tertinggal 0-5 hingga 10 menit tersisa, dalam laga yang digelar di Anfield. Tapi, gol-gol Edin Dzeko dan Diego Perotti memberi I Lupi secercah harapan.

Pada babak sebelumnya, Roma bangkit dari defisit tiga gol di leg pertama untuk singkirkan Barcelona di perempat final Liga Champions. Eusebio Di Francesco yakin, mereka bisa mengulanginya di Stadio Olimpico pekan depan. “Yah, saya pikir kami pantas mencetak dua gol itu,” kata Di Francesco.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Kami punya pendekatan yang bagus dalam 20 hingga 25 menit pertama laga, kemudian kami mulai banyak kalah dalam duel di lini tengah,” tandasnya.

“Sepakbola bukan masalah taktik permainan, itu masalah duel individu. Jika Anda kalah dalam duel itu, Anda mulai kebobolan gol,” aku Di Francesco.

“Kami membiarkan empat gol masuk ke gawang kami di Camp Nou, dan di sini kami kebobolan lima gol – bahkan bisa lebih dari itu pada satu tahap,” akunya.

“Tapi harapan masih ada. Kami tidak butuh keajaiban, kami hanya perlu percaya pada apa yang kami dapat lakukan terhadap tim berkualitas. Suporter akan mendukung kami,” ujar Di Francesco.

Di Francesco menuduh Giallorossi kebingungan dan menyerah pada babak kedua, ketika The Reds mencetak tiga gol dalam waktu 13 menit. “Kami tidak berada di level mereka malam ini – kami kurang memiliki kekuatan fisik,” tambahnya.

“Kami kebingungan dan sedikit kehilangan kemampuan kami untuk bertahan. Yang tidak saya sukai adalah ketika kami menyerah di pertengahan babak kedua”.

“Ketika kami memasukkan pemain yang lebih segar dengan kepala yang lebih jernih, tim memiliki kekuatan untuk bereaksi. Saya senang kami bisa memberikan respon [dua gol tandang] karena itu memberi kami sesuatu untuk dimainkan di leg kedua”.

“Kami harus percaya kami bisa melakukannya dan menunjukkan sikap yang sama seperti yang kami tunjukkan di bagian akhir pertandingan malam ini”.

“Apa pun bisa terjadi dalam sepakbola – tidak ada yang mustahil. Ini akan menjadi pertandingan yang berbeda dengan pertandingan Barcelona, ​​tetapi kami memiliki keinginan untuk membalikkan keadaan. Saya ingin melihat tim dengan tekad lebih pada leg kedua,” tandasnya.