Atalanta Lolos Dramatis ke 16 Besar Liga Champions Usai Kalahkan BvB Dengan Agregat 4-3

Hasil Liga Champions: Atalanta 4-1 Borussia Dortmund (Agregat 4-3): Penalti Menit 98 Samardzic Tutup Comeback Dramatis!

Atalanta memastikan tempat di babak 16 besar Liga Champions UEFA setelah menundukkan Borussia Dortmund dengan skor 4-1 pada leg kedua, Kamis 26 Februari 2026 dini hari WIB. Kemenangan di Bergamo itu membuat wakil Italia tersebut unggul agregat 4-3, ditentukan oleh penalti Lazar Samardzic pada menit ke-98.

Laga ini seperti ringkasan sempurna tentang risiko dan ketegangan fase gugur. Atalanta sempat tertinggal dua gol secara agregat, lalu berbalik memimpin sebelum Dortmund menyamakan kedudukan. Ketika perpanjangan waktu sudah di depan mata, satu momen ceroboh di area sendiri mengubah segalanya.

Atalanta Langsung Ngebut dan Tekan Tanpa Henti

Atalanta membuka jalan comeback saat laga baru berjalan lima menit. Umpan silang Lorenzo Bernasconi gagal diantisipasi Ramy Bensebaini. Bola justru mengarah ke Gianluca Scamacca di tiang jauh yang dengan tenang menuntaskannya menjadi gol pertama malam itu.

Gol tersebut memberi kepercayaan diri tuan rumah. Menjelang turun minum, Davide Zappacosta melepaskan tembakan dari tepi kotak penalti yang mengenai Bensebaini dan mengecoh Gregor Kobel. Skor 2-0 di leg kedua membuat agregat kembali imbang.

Selepas jeda, Borussia Dortmund sempat mendapat peluang mengembalikan keunggulan agregat. Maximilian Beier mengenai tiang, lalu bola pantul membentur Julian Brandt sebelum keluar lapangan. Momen itu menjadi titik balik lain dalam pertandingan.

Menjelang satu jam permainan, umpan terukur Marten de Roon disambut sundulan Mario Pasalic di tiang jauh. Atalanta unggul 3-0 pada malam itu dan untuk pertama kalinya memimpin dalam agregat.

Gol Adeyemi dan Titik Balik di Pengujung Laga

Borussia Dortmund tidak menyerah. Karim Adeyemi, yang masuk sebagai pemain pengganti, memanfaatkan kerja sama dengan Carney Chukwuemeka untuk melepaskan tembakan kaki kiri ke sudut kiri atas gawang. Gol tersebut menyamakan agregat menjadi 3-3 dengan 15 menit tersisa.

Ketika kedua tim bersiap menuju perpanjangan waktu, kesalahan justru datang dari lini belakang Dortmund. Pada menit kelima masa tambahan waktu babak kedua, sapuan Kobel tidak sempurna dan dikuasai Pasalic. Bola kemudian dikirim ke arah Nikola Krstovic yang mencoba menyundul, namun kepalanya terkena sepatu tinggi Bensebaini.

Setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih dan memberi kartu merah kepada Bensebaini karena pelanggaran tersebut merupakan kartu kuning kedua. Samardzic maju sebagai eksekutor dan melepaskan tendangan dari jarak 12 meter ke sudut atas gawang. Itu menjadi sentuhan terakhir pertandingan sekaligus memastikan agregat 4-3 untuk Atalanta.

Arti Lolosnya Atalanta

Keberhasilan ini tidak sekadar soal satu malam dramatis. Atalanta menjadi tim pertama yang mampu membalikkan defisit dua gol pada leg pertama di fase gugur Liga Champions sejak Liverpool melakukannya atas Barcelona pada semifinal musim 2018-2019.

Secara performa, wakil Serie A tersebut memang tampil lebih meyakinkan. Mereka mencatatkan nilai expected goals 2,61 dari 15 tembakan dengan sembilan di antaranya tepat sasaran. Dortmund hanya menghasilkan xG 0,93 dari tujuh percobaan.

Scamacca turut mencatatkan rekor pribadi. Ia menjadi pemain ketiga yang mampu mencetak gol dalam tiga laga kandang beruntun Atalanta di kompetisi Eropa, mengikuti jejak Oliviero Garlini pada 1988 dan Ademola Lookman pada Februari 2025.

Di babak 16 besar, Atalanta akan menghadapi Bayern atau Arsenal. Mengingat lawan berikutnya berasal dari dua tim yang konsisten bersaing di papan atas Eropa, comeback atas Dortmund ini memberi fondasi mental yang signifikan. Mereka tidak hanya lolos, tetapi melakukannya dengan cara yang menunjukkan daya tahan dan kualitas untuk bersaing lebih jauh.

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!