Atmosfer Anfield Jadi Pelajaran Mahal Bagi Qarabag Usai Dibantai Enam Gol Tanpa Balas

Gilabola.comQarabag harus menerima kenyataan pahit saat melakoni laga tandang ke markas Liverpool pada Kamis (29/1) di hari WIB. Bertanding di Anfield untuk pertama kalinya, juara Azerbaijan itu tumbang dengan skor yang nggak tanggung-tanggung, enam gol tanpa balas!

Kekalahan itu tidak hanya menunjukkan adanya jurang kualitas skuad di antara kedua tim, tetapi juga betapa besar pengaruh atmosfer stadion Anfield terhadap mental dan permainan tim tamu.

Inilah yang diakui langsung oleh pelatih Qarabag, Gurban Gurbanov. Usai pertandingan, dia mengaku bahwa stadion ini ada aura yang berbeda dan menjadi mimpi buruk bagi tim yang berkunjung.

Liverpool tampil dominan sepanjang laga. Tim asuhan Arne Slot memastikan kemenangan besar yang sekaligus mengamankan posisi mereka di tiga besar klasemen fase liga Liga Champions dan tiket langsung ke babak 16 besar.

Statistik Liverpool vs Qarabag

  • Tembakan : 34-6
  • Tembakan ke arah gawang : 13-2
  • Penguasaan bola : 55-45
  • Operan : 506-380

Saking kesulitannya tim tamu meladeni serangan sengit tuan rumah, sampai-sampai mereka menderita 34 tembakan sepanjang laga dan akhirnya enam gol bersarang ke gawang Mateusz Kochalski.

Alexis Mac Allister mencetak dua gol, sementara Florian Wirtz, Mohamed Salah, Hugo Ekitike, dan Federico Chiesa semua sumbang satu gol. Skor itu jadi margin kemenangan terbesar Liverpool di era Arne Slot sejauh ini.

Bagi Qarabag, laga ini benar-benar ujian mental yang berat. Bermain di hadapan puluhan ribu pendukung Liverpool di Anfield jelas menghadirkan tekanan berbeda dibandingkan laga-laga mereka sebelumnya.

Pengakuan Gurban Gurbanov soal Tekanan Anfield

Para fans Liverpool di Anfield di laga kontra Qarabag di Liga Champions

Gurban Gurbanov mengakui betul bahwa atmosfer Anfield memberi dampak besar terhadap para pemainnya. Dia menyebut stadion Liverpool memengaruhi kepercayaan diri timnya, terutama di awal pertandingan.

Menurut Gurbanov, para pemain Qarabag sebenarnya sadar kalau mereka mampu bermain lebih baik. Makanya usai kekalahan itu, sang pelatih dan para pemain melakukan evaluasi bersama dan sepakat bahwa performa di Anfield belum mencerminkan potensi sebenarnya.

Dia juga menegaskan bahwa pengalaman ini akan menjadi pelajaran penting bagi Qarabag ke depannya jika suatu saat mereka kembali bermain di stadion dengan atmosfer serupa.

Bagi Gurbanov, kekalahan telak dari Liverpool ini bukan alasan untuk menurunkan keberanian bermain, tapi sebagai pengingat bahwa pendekatan permainan harus lebih matang.

Meski kalah telak, Qarabag tetap berhasil finis di posisi 24 besar dan memastikan tempat di babak play-off. Mereka kini berpotensi menghadapi tim sekelas Paris Saint-Germain atau Newcastle United di babak berikutnya.

Opini Gilabola

Bagi Qarabag, pengalaman pahit ini harus jadi modal perbaikan ke depan. Bermain berani memang tetap penting, tetapi harus diimbangi dengan sadar diri dan menyiapkan struktur taktik yang lebih adaptif saat menghadapi tim dengan intensitas dan tekanan setinggi seperti Liverpool. But, keep going, Qarabag!

Biar nggak ketinggalan update terkini, yuk follow kami di Google News di sini!

SebelumnyaReal Madrid Lirik Unai Emery Gantikan Arbeloa Musim Depan
Hadi Bashori adalah seorang jurnalis olahraga yang sudah berpengalaman lebih dari 10 tahun, berpengalaman menulis di berbagai media cetak nasional dan regional, selain menjadi jurnalis tetap di Gilabola. Memiliki minat yang besar dalam dunia olahraga, dan selalu bersemangat dalam menulis informasi aktual dan menarik. Karyanya selalu ditunggu oleh para penggemarnya di Indonesia. Dengan pengalaman dan keahliannya dalam mengajar dan menulis sebagai pengajar dan jurnalis, Hadi Bashori merupakan sosok yang inspiratif dan berpengaruh bagi banyak orang.