Barcelona Gagal Balas Dendam Pada Benfica, Begini Skenario Matchday Terakhir di Kandang Bayern

Barcelona memang berhasil menjaga dirinya tidak terkalahkan pada laga kedua manajer anyar Xavi Hernandez, tapi hasil imbang lawan Benfica pada Rabu dinihari (24/11) akan sangat membahayakan raksasa La Liga itu jelang matchday terakhir Grup E di kandang Bayern Munchen.

Barca, yang saat itu masih berada di bawah asuhan Ronald Koeman, kalah 3-0 di Portugal pada pertemuan pertama kedua kesebelasan pada akhir September 2021 lalu. Laga tadi malam di Camp Nou sebenarnya merupakan kesempatan terbaik bagi Blaugrana untuk membalaskan dendam di hadapan 70 ribu lebih pendukung tuan rumah. Tapi mereka gagal mencatatkan kemenangan.

Anak-anak Xavi tampil sedikit lebih dominan dalam hal penguasaan bola (59 banding 41 persen), melepaskan lebih banyak percobaan gol (8:3), tapi sama banyak dalam hal shots on target (2).

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Satu dari tiga peluang terbaik tuan rumah datang dari serangan Yusuf Demir pada akhir babak pertama, yang membentur mistar gawang Odysseas Vlachodimos, sebelum sundulan Frenkie de Jong berhasil diselamatkan kiper Yunani tersebut jelang akhir pertandingan.

Pada menit 84 Ronald Araujo sebenarnya merobek jala gawang lawan tapi wasit membatalkannya dengan alasan offside. Kemarahan Araujo menyebabkan Xavi dengan cepat menarik sang pemain Uruguay, menggantikannya dengan Eric Garcia. Di saat yang sama Sergino Dest masuk guna mengisi posisi Clement Lenglet. Skor tidak berubah, tetap 0-0.

Dengan Bayern Munchen menjadi tuan rumah untuk laga terakhir melawan Sergio Busquets dan rekan-rekannya maka nasib Barca berada dalam bahaya. Skuad asuhan Julian Nagelsmann itu sudah terbukti terlalu kuat dengan mereka berhasil mencatatkan kemenangan 0-3 di Camp Nou pada matchday pertama Grup E.

Hasil imbang tadi malam menyebabkan perolehan nilai Barca 7 poin dan Benfica satu posisi di bawahnya dengan nilai 5. Masalahnya adalah, pasukan Jorge Jesus itu akan menjamu tim terlemah Dynamo Kiev pada matchday keenam pada 8 Desember mendatang. Di atas kertas Benfica tidak akan kesulitan memetik kemenangan, meski kedua tim bermain imbang 0-0 pada pertemuan pertama di Ukraina.

Sebuah hasil imbang di Allianz Arena pada 8 Desember mendatang akan sangat riskan bagi skuad Xavi karena Benfica memiliki keunggulan head-to-head atas Barcelona. Barca butuh menang atas Die Roten guna memastikan diri bisa lolos ke babak 16 besar Liga Champions.

Tidak mengherankan jika Benfica merayakan hasil imbang 0-0 di Camp Nou ini seolah-lah sudah pasti menang. bagi Barca, imbang ini terasa seperti sebuah kekalahan.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO