Begini Rencana Man Utd dan Liverpool Kudeta Liga Champions, Dirikan Tandingannya

Begini Rencana Man Utd dan Liverpool Kudeta Liga Champions, Dirikan Tandingannya

Gila Bola – Manchester United dan Liverpool berencana melakukan kudeta terhadap Liga Champions, mendirikan kompetisi pesaing di level Eropa, mengajak beberapa peserta lain di Liga Inggris, selain klub raksasa lain di Italia, Spanyol, Perancis dan Jerman. Lihat skemanya.

Laga perdana Liga Champions pada Rabu (21/10) dinihari diwarnai dengan kabar kejutan perihal rencana Manchester United dan Liverpool mendirikan kompetisi tandingan di level Eropa tersebut, dijuluki Super Liga Eropa, yang akan terdiri dari 18 tim dan berlangsung sepanjang musim. Mereka bahkan dilaporkan sudah mendapatkan sokongan dana sebesar 87 Trilyun rupiah untuk membangun kompetisi ini.

Apa yang sudah diketahui soal Liga Super Eropa ini adalah, meski pun kompetisi berjalan sepanjang musim tapi tim-tim yang terlibat dari lima liga elit Eropa tetap tidak meninggalkan pertandingan di liga domestik masing-masing.

Empat tim Liga Inggris yang diajak dalam skenario kudeta tersebut adalah kedua tim Manchester, Liverpool dan Chelsea. Sementara itu di Liga Spanyol hanya empat yang diajak yaitu Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid dan Sevilla, sedangkan Juventus, Inter, AC Milan dan Napoli dari Liga Italia, Bayern Munchen dan Dortmund dari Liga Jerman, dan tiga tim lain dari Liga Perancis.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

The Sun berspekulasi bahwa ada juga dukungan dari FIFA (otoritas sepak bola di level dunia) untuk menghancurkan dominasi UEFA (otoritas sepak bola Eropa) di Liga Champions ini, yang merupakan tontonan paling tinggi pemirsanya di muka bumi, bahkan mengalahkan laga empat tahunan Piala Dunia yang diselenggarakan FIFA. Dengan pertimbangan itu, sudah jelas bahwa UEFA tidak akan menyetujui ide ini karena kekhawatiran akan mengalahkan popularitas Champions League.

Di masa lalu Presiden Real Madrid Florentino Perez diketahui pernah mendiskusikan hal ini bersama Presiden FIFA Gianni Infantino. Krisis ekonomi saat ini menyebabkan klub-klub kaya akan mempertimbangkan semua opsi yang memungkinkan mereka mendapatkan lebih banyak penghasilan daripada sebelumnya, termasuk mendirikan Liga Super Eropa ini.