Begini Strategi AS Roma Bantai Shakhtar Donetsk Nanti Malam

Radja Nainggolan akan diturunkan dalam posisi jauh lebih ke depan pada laga Liga Champions antara AS Roma vs Shakhtar Donetsk, malam ini
Radja Nainggolan akan diturunkan dalam posisi jauh lebih ke depan pada laga Liga Champions antara AS Roma vs Shakhtar Donetsk, malam ini

Gilabola.comAS Roma tertinggal 1-2 agregat dari Shakhtar Donetsk jelang leg kedua 16 besar Liga Champions di Stadio Olimpico nanti malam. Apa strategi yang akan dimainkan Giallorossi?

Ada tiga faktor yang jadi penyebab kekalahan tipis AS Roma di Ukraina:

  1. Ketergantungan mereka secara luar biasa besar ke sayap kiri lini serang,
  2. Tidak adanya Radja Nainggolan sebagai faktor pengendali di lini tengah, dan
  3. Tidak aktifnya Edin Dzeko.

Sementara Roma masih cenderung menyerang melalui mantan Manchester City Aleksandar Kolarov di sayap kiri, mereka telah mampu memperbaiki dua masalah lainnya dalam kemenangan atas Napoli dan Torino.

Selama kemenangan 4-2 atas Napoli, Edin Dzeko dan Radja Nainggolan menjadi pusat aksi-aksi mereka. Dzeko mencatatkan empat tembakan, mencetak dua gol, sementara Nainggolan menciptakan dua peluang mencetak gol dan menyelesaikan 90% umpannya.

Sementara Dzeko absen lagi dalam kemenangan 3-0 atas Torino, Nainggolan bahkan tampil lebih mengesankan lagi, mencatatkan 50 sentuhan, dua tembakan dan menyumbang dua assist.

Advertisement

Namun sebagian besar pujian harus diberikan kepada Eusebio Di Francesco, yang perubahan strateginya saat turun minum pada laga melawan Torino minggu lalu berujung pada peran lebih besar dari Nainggolan dan memecahkan kebuntuan tanpa gol selama babak pertama.

Dengan mendorong Radja Nainggolan maju lebih ke depan, dekat dengan Edin Dzeko, Roma memproduksi hampir dua kali lipat tembakan mereka dan mencetak tiga gol dalam rentang setengah jam saja. Ini bukan satu-satunya alasan, tapi tampaknya ada korelasi positif antara agresifitas gol AS Roma dan posisi pemain keturunan Batak Indonesia itu di lapangan.

Ini akan menjadi kunci Giallorossi untuk menghapus defisit satu gol mereka melawan Shakhtar Donetsk. Roma tidak bisa membawa kebiasaan lama mereka. Roma harus membiarkan Nainggolan mendatangkan malapetaka bagi lawan dengan maju ke depan dan memberi bola ke Dzeko dengan segala cara.

Tentu saja, itu bukan satu-satunya jalan menuju kemenangan, tapi ini adalah yang paling sederhana dan yang paling tidak bisa dipertahankan oleh Shakhtar.

Sederhananya, Roma hanya butuh satu gol untuk memanfaatkan keunggulan satu gol tandang mereka. Donetsk bisa saja main bertahan secara rapat dan membuat frustrasi para pemain sayap Roma, tapi jika ada yang berani meraih gol sebelum Roma memarkir bus untuk mempertahankan keunggulan agregat mereka, maka pemain itu adalah Dzeko.

Tentu ada beberapa skenario di sini, tapi kemenangan 1-0 adalah yang paling sederhana, meski mungkin paling menegangkan, untuk lolos ke perempat final. Jika Roma unggul cepat dan bertahan selama sekitar satu jam, peluang Roma lolos akan meningkat setiap menitnya.