Bekas Pemain Man Utd Hampir Saja Tonjok Pendukungnya Sendiri

Bekas Pemain Man Utd Hampir Saja Tonjok Pendukungnya Sendiri

Bekas pemain Man Utd ini hampir saja tonjok pendukungnya sendiri hanya beberapa menit setelah ia membawa timnya lolos ke 16 besar Liga Champions.

Memphis Depay baru saja membawa Olympique Lyon lolos ke 16 besar Liga Champions usai main imbang 2-2 lawan RB Leipzig hari Rabu (11/12) dinihari. Saat pertandingan usai beberapa menit, ia melihat seorang pendukung ultra Lyon membawa banner yang menyamakan rekan sesama pemain, Marcelo, sebagai seekor keledai. Ia terlihat mengamuk dan mendatangi sang suporter serta bersiap menonjolnya. Beruntung ofisial pertandingan dan staf Lyon lebih cepat melerainya. Lihat adegan itu di bawah ini.

Memphis menjadi pahlawan kelolosan Lyon ke babak sistem gugur Liga Champions usai mencetak gol pada menit 82 dan memaksakan hasil imbang 2-2 di kandang sendiri melawan RB Leipzig.

Advertisement
advertisement
advertisement
Mimpi 4D
Mimpi 4D

Namun mantan striker Manchester United asal Belanda, Depay, terlihat paling marah dan bergegas berlari kencang, berusaha untuk mengambil banner dari tangan penggemar yang gesit. Steward pertandingan dan staf klub Lyon berhasil menghindarkan Depay dari konsekuensi hukuman yang buruk jika ia sampai menonjok sang penggemar.

Tetapi Marcelo asal Brasil, yang sering menjadi sasaran kritik dari pendukung tuan rumah, juga membuat gerakan marah ketika rekan setimnya menolak untuk memberi tepuk tangan kepada kaum Ultras – yang dijuluki sebagai Bad Gones.

Depay kemudian berkata: “Saya sangat marah. Saya harus berhati-hati, karena [adegan] itu mengingatkan saya pada masa lalu saya dan saya tidak punya niat untuk menjadi orang itu [lagi]. Saya harus tetap tenang, saya tak punya komentar untuk ini.”

Bek tengah Marcelo melangkah maju dan mengangkat tangannya lebar-lebar dengan gerakan marah, sebelum ia juga digiring pergi oleh staf klub. Sebagian besar pemain Lyon kemudian kembali ke ruang ganti dan tak ada lagi insiden lain yang menyusul.

Tetapi dua lulusan akademi, Anthony Lopes dan Houssem Aouar tetap berada di atas lapangan guna berbicara dengan sejumlah anggota senior Ultras. Lopes mengatakan kepada RMC Sport: “Apa yang terjadi? Anda lihat sendiri, tidak perlu berkata apa-apa lagi. Beberapa hal telah terjadi di antara kami, terserah kami untuk memperbaikinya secara internal. Kami akan lihat nanti, kami akan mencoba menemukan solusi.”

Insiden itu membayangi kebangkitan kembali Lyon melawan pemimpin klasemen RB Leipzig. Hanya butuh hasil imbang untuk memastikan kelolosan ke babak 16 besar, tim Ligue 1 itu tertinggal dua gol dari dua penalti babak pertama oleh Emil Forsberg dan Timo Werner. Tapi Houssem Aouar mencetak gol pada menit ke-52 sebelum gol penyama kedudukan dari bekas pemain Man Utd itu meloloskan Lyon ke babak selanjutnya.