
Gilabola.com – Peluang Barcelona untuk melangkah ke semifinal Liga Champions semakin berat setelah kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid.
Tim asuhan Hansi Flick tumbang dari rival domestik mereka pada leg pertama babak perempat final yang berlangsung di kandang sendiri, Kamis dini hari WIB.
Gol pembuka dicetak oleh Julian Alvarez lewat tendangan bebas indah, sebelum Alexander Sorloth menggandakan keunggulan tim tamu. Pelatih Diego Simeone sukses menerapkan strategi efektif yang membuahkan kemenangan perdananya di markas lawan tersebut.
Gol pertama berawal dari kesalahan bek muda Pau Cubarsi yang menjatuhkan Giuliano Simeone saat berlari menuju gawang.
Awalnya, Cubarsi hanya mendapat kartu kuning. Namun, situasi berubah setelah wasit Istvan Kovacs diminta meninjau ulang kejadian melalui VAR di pinggir lapangan.
Setelah melihat tayangan ulang, keputusan diubah. Kartu kuning dibatalkan dan diganti menjadi kartu merah.
Akibatnya, bek muda yang merupakan lulusan akademi La Masia tersebut dipastikan tidak bisa tampil pada leg kedua yang akan digelar pekan depan di markas lawan.
Kondisi ini menjadi pukulan besar bagi tim tuan rumah dan sang pelatih. Sebelumnya, Flick juga sudah memilih memainkan Gerard Martin sebagai starter, sementara Ronald Araujo hanya berada di bangku cadangan.
Opini Redaksi
Keputusan Hansi Flick memainkan Gerard Martin sebagai starter dan mencadangkan Ronald Araujo terbukti menjadi blunder fatal yang harus dibayar mahal. Di pertandingan sekelas perempat final Liga Champions, eksperimen di lini belakang melawan tim agresif seperti Atletico adalah tindakan ceroboh.
Kartu merah Pau Cubarsi bukan sekadar nasib buruk, melainkan konsekuensi dari lini pertahanan yang tidak siap menghadapi serangan balik cepat anak asuh Diego Simeone.
Kekalahan 0-2 di kandang sendiri dengan kondisi satu bek utama absen di leg kedua adalah skenario terburuk bagi Barcelona. Diego Simeone akhirnya berhasil memecahkan kutukan di markas Barcelona lewat taktik yang sangat klinis, dan sulit melihat Barca bisa membalikkan keadaan di Madrid nanti.
Tanpa organisasi pertahanan yang solid, Barcelona kemungkinan besar akan kembali dieksploitasi oleh duet Alvarez dan Sorloth yang sedang dalam performa puncak.