Bukti Ronaldo Sudah Habis, Juventus Tak Pernah Cukup Bagus Untuk Liga Champions

Gila Bola – Andrea Pirlo mengatakan Cristiano Ronaldo sangat bersemangat untuk pertandingan Liga Champions melawan Porto pada Rabu (10/3) dini hari WIB, mengatakan kepada wartawan, “Ini adalah permainannya.”

Kenyataannya? Laga Juventus melawan Porto sama sekali bukan permainanya, bahkan sekedar mendekatinya pun tidak. Cristiano Ronaldo tampak gagap, menggiring tidak bisa, memecah pertahanan lawan tidak bisa, sering berada di luar kotak penalti, dan tembakan-tembakannya sama sekali bukan ancaman berarti. Tanpa gol, dia hanya pemain tua biasa yang sekarang terlalu overrated.

Dalam skema yang lebih besar, kinerja buruk Cristiano Ronaldo hanya melanjutkan kisah Juventus tentang kesengsaraan mereka Liga Champions, yang dimulai sejak tahun 1996. Aneh, mereka adalah penguasa Serie A, tapi gelar Liga Champions cuma dua.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Dalam tempo itu, Juventus sebenarnya pernah mencapai lima final, dua di era Massimiliano Allegri, tapi semua kelima final itu berakhir dengan kekalahan. Dan sekarang mereka tersingkir di babak 16 besar untuk musim kedua berturut-turut. Tahun sebelumnya, mereka disingkirkan Ajax di perempat final.

Padahal juara Italia sudah membawa pemain yang berjuluk ‘Mr Champions League’ Cristiano Ronaldo, yang memenangkan kompetisi ini lima kali. Sayang mereka mendatangkannya di waktu yang salah, ketika sang pemain Portugal sudah semakin uzur dan kaku dengan pergerakannya yang sangat mudah dibaca, selain insting golnya yang satu-satunya masih bagus.

Andrea Pirlo sebelumnya sudah mengatakan bahwa fokus utama timnya adalah untuk Liga Champions, tapi Juventus yang selalu mengidamkan trofi ini tak pernah benar-benar membentuk tim yang dipersiapkan untuk bisa menjuarai kompetisi antarklub terelit Eropa ini.

Cristiano Ronaldo didatangkan, tapi tak benar-benar membentuk tim yang bisa mendukungnya. Pemenang lima Ballon d’Or itu bukan Lionel Messi yang bisa mengubah permainan dengan kualitas individunya, CR7 membutuhkan asupan umpan dari rekan-rekan di sekitarnya untuk mencetak gol.

Daripada membeli pemain berkualitas kelas satu, Juventus masih memilih melanjutkan kebiasaan transfer gratisan meski tak benar-benar dibutuhkan macam Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot. Joao Cancelo yang punya potensi besar ditukar dengan Danilo, Alex Sandro tak punya pesaing sepadan, Weston McKennie tak jelas posisi bermainnya, dan tak pernah ada gelandang tipe no 10 yang didatangkan meski sudah lama diidam-idamkan bahkan sejak era Antonio Conte.

Kini alih-alih memimpikan Liga Champions, gelar Serie A pun tampaknya terancam lepas dan ini akan mengisyaratkan sekali lagi bahwa Juventus perlu lebih serius dalam membangun skuad mereka yang layak untuk memenangkan Liga Champions.