Chelsea Kontra Bayern Munchen Pertemuan yang Sulit Diprediksi

Chelsea Kontra Bayern Munchen Pertemuan yang Sulit Diprediksi

Berita Liga Champions - Chelsea dan Bayern Munchen akan kembali bertemu dalam pertarungan yang sulit diprediksi.

Gilabola.com – Chelsea dan Bayern Munchen akan kembali bertemu dalam pertarungan yang sulit diprediksi.

Jika mengikuti performa terbaru the Blues saat ini, mereka memang layak jika tak menjadi favorit untuk pertandingan babak 16 besar Liga Champions melawan Bayern. Demikian diungkapkan Goal.

Namun, kontes yang pastinya akan dilakoni dengan penuh perjuangan ini, telah menjadi jaminan setiap kali kedua tim bertanding.

Di bawah asuhan Frank Lampard, The Blues tampil tak konsisten di Liga Premier musim ini. Meski demikian, terlepas dari kelemahan mereka di lini pertahanan dan buruknya lini serang, klub London barat tersebut tetap berada di urutan keempat, tiga poin di atas Manchester United yang kini berada di posisi lima.

Advertisement
NelayanBet
NelayanBet
RatuCasino77
RatuCasino77

Hal ini telah menjadi persaingan untuk merebut zona Liga Champions musim depan, dan the Blues sejauh ini sudah berhasil singkirkan para pesaingnya. Di laga melawan Bayern di babak 16 besar yang leg pertamanya akan digelar Rabu (26/2) tengah pekan ini, the Blues juga akan bertemu musuh lamanya yang tengah bermain di level yang sama sekali berbeda musim ini.

Tidak seperti musim-musim sebelumnya, Bayern kali ini benar-benar tengah diuji di Bundesliga. Mereka bukan lagi tim juara yang selalu terus melaju. Walau memimpin klasemen sementara, tapi posisinya selalu dibayangi RB Leipzig, bahkan kini hanya terpaut satu poin di atas Leipzig yang bertengger di peringkat dua. Kompetisi yang terus berkembang tampaknya telah banyak membantu calon lawan Chelsea di babak 16 besar itu tunjukkan penampilan lebih baik juga di ajang Eropa.

Namun, striker Robert Lewandowski sedang menikmati musim terbaiknya di Liga Champions bersama Die Roten. Selain itu, tidak ada tim yang mencetak lebih banyak gol, mencoba lebih banyak tembakan dan mendaftarkan lebih banyak tembakan ke gawang lawan dibandingkan Bavarians.

Saat kedua tim ini bertemu di babak sistem gugur pertama Liga Champions musim ini, harusnya itu menjadi kontes yang menggembirakan. Pasalnya, itulah yang terjadi saat kedua tim tersebut bertemu selama ini.

Untuk para pecinta sepakbola, tentunya masih ingat final Liga Champions 2012 yang mempertemukan the Blues dan Bayern Munchen. Dalam laga itu, setelah berjalan selama 83 menit tanpa gol, Thomas Muller akhirnya berhasil membongkar perlawanan defensif the Blues dan membawa Bayern unggul dalam final yang digelar di kandang mereka.

Namun, hadapi segala rintangan, the Blues berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Didier Drogba lima menit kemudian, hingga pertandingan melaju ke babak perpanjangan waktu.

Gol kemenangan akhirnya tiba di babak adu penalti. Drogba mencetak gol penaltinya yang membawa Chelsea merebut trofi Liga Champions, tim yang saat itu menjadi underdog di bawah asuhan Robert Di Matteo.

Hal itu tentunya sangat mengejutkan bagi raksasa Jerman. Tapi, mereka lancarkan balas dendam setahun kemudian, ketika mereka bertemu the Blues di final Piala Super Eropa di tahun 2013. Dalam pertandingan itu, Bayern berhasil kalahkan the Blues dan mengangkat trofi Piala Super.