Cristiano Ronaldo Dipaksa Pulang ke Spanyol, Ketemu Musuh Lamanya

Sama seperti drawing yang menimpa Lionel Messi, rival terberatnya Cristiano Ronaldo akan dipaksa pulang ke Spanyol guna menghadapi musuh beratnya Atletico usai drawing ulang babak 16 besar Liga Champions pada Senin malam (13/12).

Jika drawing pertama mempertemukan Rojiblancos dengan Bayern Munchen maka drawing ulang yang dimulai pukul 21.00 WIB pada Senin malam menjatuhkan Atletico dengan Manchester United. Sama beratnya! Skuad Diego Simeone sama sekali tidak merasa beruntung drawing diulang.

Runner-up Grup B Atletico hampir saja gagal lolos ke babak 16 besar jika bukan karena kemenangan 1-3 pada laga terakhir. Namun kelolosan mepet-mepet akhir itu ternyata mendapatkan hadiah yang tidak menyenangkan setelah hasil drawing 16 besar mempertemukan Rojiblancos dengan pasukan Ralf Rangnick.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Atletico butuh kemenangan hari terakhir untuk memastikan kelolosan ke babak 16 besar, menang 1-3 pada matchday keenam Grup B di kandang FC Porto, tim yang menahan imbang skuad Diego Simeone itu dengan skor 0-0 pada pekan pertama.

Penampilan Joao Felix dan kawan-kawan tidak terlalu meyakinkan. Usai imbang di Porto dan menang 1-2 di Milan pada laga kedua, mereka kalah dua kali beruntun di tangan Liverpool 2-3 dan 2-0, sesuatu yang sepertinya merupakan balas dendam the Reds usai disingkirkan tim LaLiga itu pada babak 16 besar musim 2019/2020.

Rojiblancos kalah lagi pada pekan kelima dengan skor 0-1 di tangan Junior Messias dan kawan-kawan sebelum meraih kemenangan terakhir di Portugal. Dua kemenangan dan satu imbang, selain tiga kekalahan terbukti cukup untuk menemani Liverpool lolos ke 16 besar Liga Champions musim 2021/22.

Atletico adalah klub yang musti dikasihani sejauh partisipasi mereka di kompetisi elit Eropa, sudah lolos ke final tiga kali sepanjang sejarah tapi ketiganya hanya sebagai runner-up. Ketiga peristiwa itu terjadi pada 1974, 2014 dan 2016. Dua yang terakhir di bawah pengawasan Diego Simeone.

Yang paling menyakitkan dari semua itu tentu saja adalah final 2014 ketika mereka tengah unggul satu gol dan tinggal bertahan secara kuat pada masa injury time, sebelum kebobolan gol dari sundulan kepala Sergio Ramos. Skor sama kuat 1-1 dan pertandingan terpaksa dilanjutkan ke masa extra time, saat Marcelo, Gareth Bale dan Cristiano Ronaldo memastikan skor akhir 4-1 bagi kemenangan Los Blancos.

Selain tiga penampilan di final, mereka juga lolos dan terhenti sampai ke babak empat besar Champions League pada tahun 1959, 1971 dan 2017. Rojiblancos jauh lebih beruntung di kasta kedua Liga Europa, menjadi juaranya pada 2010, 2012 dan 2018.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO