Delapan Kali Beruntun Debutan Finalis Liga Champions Selalu Berujung Pada Kekalahan

Gilabola.com – Delapan kali beruntun, tiga di antaranya terjadi selama tiga musim terakhir secara berturut-turut, tim yang berstatus debutan di final Liga Champions harus dipaksa menelan kekalahan, menunjukkan betapa sulitnya menjuarai kompetisi ini.

Manchester City melaju ke partai puncak Liga Champions untuk pertama mereka dalam sejarah, atau pertama dalam 51 tahun untuk penampilan final sepak bola antarklub Eropa sejak kemenangan di Piala Winners pada 1970 silam.

Namun mereka dihadapkan pada rekor yang buruk, dengan tujuh tim debutan final Liga Champions sebelumnya selalu berakhir dengan kekalahan, dan itu akhirnya benar-benar berlanjut selama laga puncak di Dragao, Portugal pada Minggu (30/5) dini hari WIB.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Kendati menjadi tim terproduktif di Premier League dengan 83 gol dan memenangkan 11 dari 12 pertandingan mereka menuju final tanpa tersentuh kekalahan, Manchester City nyatanya malah kalah kalah tanpa mencetak gol melawan Chelsea di babak penentuan ini. Gol tunggal kemenangan The BluesΒ dicetak Kai Havertz.

Dengan kekalahan ini, Manchester City menjadi tim finalis Liga Champions kedelapan secara beruntun yang kalah di percobaan pertama mereka di laga final, dengan sebelumnya ada tujuh tim finalis debutan yang juga kalah dalam partai penentuan mereka.

Channel Gilabola di Youtube

Ketujuh tim tersebut adalah Valencia (3-0 vs Real Madrid, 2000), Bayer Leverkusen (2-1 vs Real Madrid, 2002), AS Monaco (3-0 vs Porto, 2004), Arsenal (2-1 vs Barcelona, 2006), Chelsea (adu penalti vs Manchester United, 2008), Tottenham Hotspur (2-0 vs Liverpool, 2019), dan Paris Saint-Germain (1-0 vs Bayern Munchen, 2020).

Manchester City pun harus melanjutkan penantian mereka untuk merengkuh trofi Liga Champions perdana dalam sejarah mereka, sementara Chelsea kini telah mengoleksi gelar keduanya setelah kemenangan pada 2012 silam atas Bayern Munchen.

 

AHABET
AHABET