Dikalahkan Liverpool, Pochettino Ogah Keluar Rumah

Dikalahkan Liverpool, Pochettino Ogah Keluar Rumah

Gilabola.com – Manajer Tottenham Hotspur Mauricio Pochettino mengakui ogah keluar rumah 10 hari setelah dikalahkan Liverpool di final Liga Champions.

Tottenham Hotspur kalah 2-0 atas Liverpool pada babak final Liga Champions bulan lalu di Madrid, dimana skuad asuhan Mauricio menyaksikan impian mereka berakhir dengan kesedihan.

Mohamed Salah mencetak gol melalui tendangan penalti saat laga baru berjalan dua menit dan Divock Origi menambah keunggulan The Reds dengan golnya di menit ke-87.

Setelah The Lilywhites mencetak kemenangan mengesankan melawan Manchester City dan Ajax di perempat final dan semifinal, sang pelatih mengatakan hasil di babak final (Liga Champions) sangat mengecewakan.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

“Ya, itu sulit,” kata pelatih berusia 47 tahun itu. “Kami memiliki tiga minggu yang paling sulit untuk mempersiapkan diri sebelum final. [Kami] sangat kecewa dengan cara kami kalah.”

Mantan pemain Timnas Argentina itu mengatakan besarnya kekalahan itu hanya bisa ditandingi dengan kekalahan lain dari karier bermainnya.

“Itu (kekalahan di final Liga Champions) sangat buruk,” ujar sang manajer. “Saya membandingkan dengan musim panas 2002, ketika kami (Timnas Argentina) bermain imbang dengan Swedia dan dikalahkan oleh Inggris di babak penyisihan grup di Piala Dunia, dalam waktu satu minggu. Sebagai pemain dan sebagai manajer, keduanya adalah momen terburuk dalam karier saya.”

Sama seperti musim panas itu 17 tahun yang lalu, sang pelatih mengambil cuti untuk merenungkan kekalahan tersebut.

Pochettino sudah move on dari kekalahan lawan Liverpool

Pelatih asal Argentina itu mengatakan dia membutuhkan kesunyian untuk mencoba dan pulih dari kekecewaan pahit karena kalah di Final Liga Champions.

“Saya naik kereta api dari Madrid ke Barcelona sehari sesudahnya,” tutur Pochettino. “Saya menghabiskan 10 hari di rumah saya dan tidak ingin keluar. Ya, itu sulit karena kami hampir meraih trofi juara.”

Merenungkan pertandingan di Wanda Metropolitano, sang manajer menegaskan bahwa timnya adalah tim yang lebih baik pada hari itu.

“Saya pikir kami lebih baik dari Liverpool,” tegasnya. “Itu bukan final yang hebat tetapi detail kecil membuat perbedaan.”

Setelah butuh beberapa waktu untuk pulih dari kekalahan, sang manajer mengatakan bahwa ia sekarang baru saja termotivasi untuk menjadi yang lebih baik di musim 2019-20.

“Pemenang dengan cepat move on,” kata sang pelatih. “Mungkin 10 hari seperti saya, atau 15 hari.”

“Ketika hari libur menjadi lebih buruk karena setiap hari anda memikirkan hal yang sama, tetapi ketika anda mulai berlatih anda meletakkan hal-hal buruk di masa lalu. Saat anda melupakan hal-hal buruk di masa lalu, api di dalam mulai muncul lagi.”