Gilabola.com – Arsenal berhasil membawa pulang hasil imbang 1-1 saat menghadapi Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions 2025/26. Hasil ini memberi keuntungan penting bagi tim asuhan Mikel Arteta dalam upaya mereka melangkah ke final.
Sepanjang hari Rabu, dunia sepak bola masih membicarakan laga spektakuler sehari sebelumnya. Duel penuh hiburan antara Paris Saint-Germain melawan Bayern Munich menghadirkan aksi memukau dari sejumlah bintang seperti Khvicha Kvaratskhelia, Ousmane Dembele, Michael Olise, Harry Kane, Desire Doue, dan Luis Diaz.
Namun giliran Atletico Madrid dan Arsenal yang harus tampil berikutnya. Banyak yang meragukan laga ini akan mampu menyamai kualitas pertandingan sebelumnya. Meski begitu, duel ini tetap menyajikan tensi tinggi dengan atmosfer panas, penuh tekanan, dan sejumlah kontroversi yang membuat pertandingan terasa intens dengan cara berbeda.
Tim asal London tersebut terus membuktikan diri meski sering diremehkan sepanjang musim. Kini mereka semakin dekat ke partai puncak setelah tampil solid di kandang lawan.
Bermain di stadion yang penuh tekanan di ibu kota Spanyol, Arsenal mampu bertahan saat mendapat gempuran hebat pada babak kedua. Mereka hanya kebobolan satu gol, yakni melalui penalti Viktor Gyokeres yang menjadi penyama kedudukan setelah sebelumnya membawa timnya unggul.
Di penghujung pertandingan, Arsenal sebenarnya berpeluang meraih kemenangan. Eberechi Eze dijatuhkan di kotak penalti dalam situasi yang terlihat jelas sebagai pelanggaran. Namun setelah meninjau ulang, wasit justru membatalkan keputusannya.
Hasil imbang ini tetap menjadi modal berharga bagi Arsenal yang akan menjamu Atletico Madrid di leg kedua pekan depan WIB, dengan tiket final di Budapest menjadi target utama.
Pertandingan dimulai dengan situasi tak terduga. Cuaca buruk sempat diprediksi akan melanda Madrid sepanjang hari. Bahkan peringatan cuaca ekstrem sempat dikeluarkan dan menjadi perhatian dalam persiapan kedua tim.
Namun menjelang kick-off, langit justru cerah tanpa tanda hujan. Kondisi ini tentu menguntungkan Arsenal yang sebelumnya dipertanyakan soal kesiapan menghadapi cuaca buruk.
Kabar kurang baik datang dari skuad Arsenal ketika Bukayo Saka tidak masuk starting XI dan masih dalam tahap pemulihan di bangku cadangan. Kai Havertz juga absen, sehingga Viktor Gyokeres dipercaya sebagai ujung tombak.
Meski tanpa hujan, atmosfer stadion tetap memanas. Suporter tuan rumah menciptakan kebisingan luar biasa sejak awal laga. Situasi ini justru memicu semangat Martin Odegaard yang langsung tampil agresif sejak menit awal.
Tim tuan rumah menguasai jalannya laga di awal, tetapi Arsenal lebih dulu menciptakan peluang. Umpan silang Noni Madueke hampir dimaksimalkan, namun peluang tersebut belum menghasilkan gol.
Tekanan dari tribun terus mengiringi setiap penguasaan bola Arsenal. Meski begitu, mereka tetap mampu menciptakan peluang berbahaya, termasuk saat Gyokeres melakukan penetrasi sebelum memberi umpan kepada Odegaard, yang sayangnya gagal dimaksimalkan.
Julian Alvarez menjadi ancaman utama bagi lini pertahanan Arsenal. Ia melepaskan tembakan berbahaya dari luar kotak penalti, tetapi berhasil digagalkan oleh David Raya dengan penyelamatan gemilang.
Seiring berjalannya waktu, Arsenal mulai menemukan ritme permainan. Mereka mampu mengontrol pertandingan lebih baik dan beberapa kali mengancam gawang lawan.
Gol akhirnya tercipta tiga menit sebelum turun minum. Kombinasi satu-dua antara Martin Zubimendi dan Odegaard berujung pada pelanggaran terhadap Gyokeres di kotak penalti. Eksekusi penalti dilakukan dengan sempurna dan membawa Arsenal unggul.
Memasuki babak kedua, tekanan meningkat drastis. Alvarez hampir mencetak gol lewat tendangan bebas yang tipis melebar dari sasaran.
Tak lama kemudian, peluang emas kembali dimiliki tim tuan rumah melalui Ademola Lookman dan Antoine Griezmann, namun berhasil digagalkan lini belakang Arsenal.
Gol penyeimbang akhirnya datang setelah bola mengenai tangan Ben White di dalam kotak penalti. Wasit memberikan penalti setelah melihat tayangan ulang. Alvarez mengeksekusi dengan kuat dan akurat tanpa mampu dihentikan oleh Raya.
Gol tersebut menjadi catatan penting bagi Alvarez yang mencetak gol ke-25 dalam 41 penampilan di Liga Champions, bahkan lebih cepat dibanding Lionel Messi yang membutuhkan 42 laga.
Setelah gol tersebut, tekanan semakin meningkat. Griezmann hampir membawa timnya unggul lewat dua peluang beruntun, sementara Raya kembali melakukan penyelamatan penting.
Arsenal berusaha bertahan dari tekanan tersebut. Salah satu peluang berbahaya datang saat Lookman berhadapan langsung dengan Raya dari jarak sekitar 11 meter, tetapi kembali gagal mencetak gol.
Perlahan Arsenal mulai bangkit dan kembali menguasai permainan. Momentum sempat berpihak kepada mereka saat mendapatkan penalti di akhir laga, namun keputusan tersebut dibatalkan setelah tinjauan ulang yang kontroversial.

