Drawing Ulang 16 Besar Liga Champions Pertemukan Inter Lawan Liverpool

Inter baru saja kembali ke puncak klasemen Serie A pada akhir pekan yang baru saja berlalu, tetapi kini mereka dihadapkan pada masalah baru, rival tangguh pada babak sistem gugur Champions League musim ini: Liverpool.

Semua Inter berhadapan dengan raksasa Belanda Ajax Amsterdam pada drawing pertama Senin petang (13/12), namun UEFA kemudian membatalkan hasil drawing pertama itu, melakukan drawing kedua pada Senin malam, dengan hasil Inter vs Liverpool.

Jika pada drawing pertama, Simone Inzaghi akan pusing memikirkan stamina anak buahnya lawan para pemain muda Ajax, drawing ulang hanya memperbaiki sedikit saja keresahan sang manajer Nerazzurri, yang kini harus memikirkan taktik gegenpressing Juergen Klopp.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Lolos mendampingi Real Madrid dari Grup D pada babak 16 besar, Inter adalah juara Eropa pada tiga kesempatan: 1964, 1965, serta 2010. Selain itu pernah pula tiga kali menjadi juara kasta kedua Eropa, sejak bernama UEFA Cup, yakni pada tahun 1991, 1994 dan 1998.

Tim utama Nerazzurri pada tahun 1964 dan 1965 adalah dua fullbacks yang maju ke depan dalam diri Tarcisio Burgnich and Giacinto Facchetti, Armando Picchi si penyapu bola di belakang dua bek tengah, Luis Suárez Miramontes sang playmaker asal Spanyol, (tidak sama dengan Luis Suarez yang kini membela Atletico) selain Mario Corso gelandang kiri and Sandro Mazzola.

Inter menjadi juara tahun 2010 di bawah arahan Jose Mourinho. Tahun yang sama klub biru-hitam ini merebut dua gelar juara lainnya: Serie A dan Supercoppa Italia.

Kini Nerazzurri berada di bawah arahan Simone Inzaghi, mantan manajer Lazio. Ia memenangkan satu gelar Coppa Italia dan dua Supercopa Italiana saat bersama tim ibukota Roma itu, namun belum memiliki gelar mentereng di kancah Eropa.

Sama seperti Antonio Conte pendahulunya di San Siro, Inzaghi menerapkan formasi 3-5-2. Bedanya adalah, Conte lebih solid dalam bertahan sementara mantan pemain Lazio itu lebih banyak melakukan serangan, meski sangat sering berakhir sia-sia. Guna bertahan lebih jauh di kompetisi Eropa, Inter perlu memperbaiki performa lini depan mereka.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO