Dua Taktik Tottenham Hotspur Melukai Liverpool Pada Final Besok

Ada dua taktik yang bisa diterapkan Tottenham Hotspur pada final Liga Champions Minggu (2/6) dinihari yang bisa menyakiti Liverpool.

Ada dua jenis serangan yang bisa diterapkan oleh anak-anak Mauricio Pochettino dalam menghadapi Liverpool di partai puncak Liga Champions besok. Yang pertama mengasumsikan Harry Kane turun bermain. Yang kedua, berbasis pada spesialis tembakan jarak jauh oleh Christian Eriksen, Son Heung-min dan Harry Kane.

Kita bahas yang pertama dulu. Meski menderita cedera panjang dan gagal bermain dalam 10 laga Premier League, sang striker Inggris masih mampu menduduki urutan keenam top skor Liga Inggris bersama Raheem Sterling dengan 17 gol.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

Apa yang menarik adalah, jumlah serangan jarak jauh sang striker Tottenham Hotspur itu dari luar kotak penalti turun 50% dibandingkan musim lalu, tapi jumlah potensial golnya hanya turun 23%.

Tampaknya pada sesi-sesi latihan, Harry Kane sudah memperoleh petunjuk untuk jangan buru-buru ambil tembakan dari luar kotak dan menunggu sampai peluang yang lebih baik muncul. Jumlah 17 gol meski absen selama 10 pertandingan menunjukkan semuanya.

Kelebihan Harry Kane adalah dia bukan pemalas. Dia sangat sering menjemput bola jauh di dalam pertahanan Tottenham Hotspur dan kemudian mampu menggiring ke tengah sebelum mengirim bola melebar. Ia akan menunggu dengan sabar sebelum berlari masuk untuk menimbulkan ancaman bagi gawang The Reds. Para pemain belakang Liverpool harus mampu membersihkan bola secara meyakinkan untuk mencegah bahaya lanjutan dari Kane.

Faktor serangan kedua adalah tembakan-tembakan jarak jauh. Spurs memiliki sejumlah spesialis penembak jarak jauh. Hal ini terpaksa mereka miliki karena selama semusim terakhir Liverpool mengembangkan pola pertahanan yang mencegah pemain lawan memiliki kesempatan di dalam kotak penalti. Jadi mereka tidak boleh menunggu bola sampai ke dalam kotak, atau kehilangan kesempatan menjebol gawang Alisson Becker.

Tiga spesialis itu adalah Christian Eriksen, Son Heung-min dan Harry Kane. Jumlah gol yang mereka cetak dari luar kotak hanya kalah oleh Manchester City. Jika The Reds menganggap remeh setiap bola dari jarak 30 meter maka bencana pasti akan melanda karena akan ada serangan jarak jauh dari para pemain tersebut.

Memang betul bahwa jumlah tembakan jarak jauh The Lilywhites sudah turun musim ini, tapi keberhasilannya dalam mengubah menjadi gol naik 40%. Itu akan menjadi salah satu andalan Mauricio Pochettino. Ia akan menginstruksikan anak buahnya melepaskan tembakan jarak jauh jika ia menemukan kotak penalti Virgil Van Dijk terlalu tangguh untuk ditembus.

Ada faktor ketiga atau faktor X di sini. Yaitu sang pelatih Tottenham Hotspur itu sendiri. Pochettino dikenal sebagai seorang yang sangat fleksibel. Dalam satu pertandingan ia bisa berganti strategi dua atau tiga kali. Hal ini sebenarnya berawal dari keterpaksaan setelah begitu banyak pemain cedera dan sang pemilik klub, David Levy, sangat pelit dalam mengucurkan duit untuk pemain baru dalam dua jendela transfer terkininya.

Jadi jika babak pertama final Liga Champions usai 0-0, dan kemungkinan besar demikian melihat catatan head-to-head kedua tim di Liga Inggris, maka sangat mungkin The Lilywhites turun dengan strategi berbeda di awal babak kedua. Jika itu terjadi jangan alihkan pandangan Anda dari televisi karena pada menit-menit awal perubahan taktik inilah, gol akan terjadi.

AHABET
INDOTOGEL
AHABET
INDOTOGEL
BANDARTOGEL77
TEXASPOKERCC
JAYAPOKER
HKINDO
Berita SebelumnyaJose Mourinho Bicara Pemain Kunci Final Liga Champions
Berita SelanjutnyaMenit-menit Berbahaya Final Liga Champions Tottenham vs Liverpool