Empat Alasan Juventus Sudah Saatnya Buang Saja Cristiano Ronaldo, Nggak Guna!

Gilabola.com – “Ngapain beli Cristiano Ronaldo kalau cuma juara Liga Italia?” begitu setidaknya nyinyiran Antonio Cassano pada akhir Februari lalu dan mungkin, pernyataan mantan AS Roma itu tampaknya ada benarnya tentang bintang Juventus.

Untuk tiga musim beruntun, Cristiano Ronaldo yang didatangkan untuk membantu Juventus memenangi Liga Champions telah terbukti gagal, tersingkir di perempat final tahun 2019, sebelum tereliminasi beruntun di babak 16 besar selama tahun 2020 dan 2021.

Jadi, dengan kegagalan ketiga kalinya ini, mungkin sudah saatnya Juventus melepas penyerang Portugal mereka dan memulai era baru, berikut empat alasannya :

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Pertama, tak cocok dengan Juventus

Cristiano Ronaldo memang gacor di Real Madrid, menjadi top skor klub sepanjang masa dengan 450 gol di semua kompetisi hanya dari 438 penampilan. Tapi ingat bahwa gaya menyerang cepat Los Blancos memang cocok dengan sang superstar, yang juga didukung banyak pemain kreatif dan pengumpan brilian macam Luka Modric, Toni Kroos, Marcelo, Dani Carvajal, Karim Benzema, dan lainnya.

Di Juventus, permainannya lebih lambat dan tak memiliki pemain kreatif yang bisa menunjang Cristiano Ronaldo. Ini seperti kata Andrea Pirlo dulu sebelum dia menjadi manajer, mengatakan bahwa tim Turin butuh pemain kreatif seperti Isco untuk menjuarai Liga Champions dan mendapatkan yang terbaik dari pemenang 5 Ballon d’Or.

Kedua, sudah habis masanya

Bisa dibilang hanya insting mencetak gol yang tersisa dari kualitas seorang Cristiano Ronaldo. Kecepatan, kemampuan dribel, membuka ruang, mengalahkan pemain lawan, sudah nyaris tak terlihat. Bahkan menonton CR7 bermain cenderung membosankan karena dia terlihat kaku, terlalu mudah jatuh dan sangat mudah dihentikan dalam duel satu lawan satu. Maka nggak heran dengan tinggal satu kualitas itu, dia jadi boros tembakan. Total 113 tembakannya di Serie A, jauh dari pemain lainya dengan tingkat akurasi yang cukup rendah.

Di usianya ke-36 tentu saja bukan mengejutkan bahwa Cristiano Ronaldo telah kehilangan banyak kualitasnya selain hanya soal insting mencetak golnya. Itu pun kebanyakan cuma gol-gol kelas standar (tap-in) dan gol-gol penalti. Sekarang dia cenderung overrated ketimbang hebat beneran.

Ketiga, tak sesuai dengan rencana Andrea Pirlo

“Ronaldo bisa menentukan pertandingan, tapi dia tidak banyak berpartisipasi dalam permainan Juventus. Andrea Pirlo ingin membangun serangan dari kaki ke kaki dan melakukan pressing pada lawan, sesuatu yang tak bisa dilakukan Ronaldo,” kata Antonio Cassano.

Memang itu adalah nilai plus dan minus Cristiano Ronaldo bagi Juventus. Ketajaman dan pengalamannya di depan gawang bisa diandalkan, tapi di sisi lain dia juga membuat permainan tim tidak bisa berjalan sebagaimana mestinya dan terkadang membuat pemain lain sulit berkembang karena harus menyesuaikan dengan pemain Portugal itu atau bergantung kepadanya untuk urusan mencetak gol. Kepergian penyerang 36 tahun itu bisa membuat para pemain lain mengambil langkah maju.

Keempat, mumpung masih punya nilai jual

Kontrak Ronaldo masih akan berjalan hingga akhir musim panas 2021/2022, tapi mungkin Juventus ingin bisa melegonya. Selain untuk mengurangi beban gajinya yang signifikan mencapai Rp 530 Milyar per tahun, juga sepertinya dia masih punya nilai jual untuk dilego ke klub lain. Lagian prestasi Juventus juga cenderung menurun sejak kedatangannya pada 2018 lalu.

Uangnya tentu saja bisa dimanfaatkan untuk pembangunan lebih lanjut di skuad, seperti pengakuan Andrea Pirlo yaitu Juventus mencoba membangun proyek jangka panjang. Rencana mempermanenkan Federico Bernardeschi dan Alvaro Morata juga bisa lebih mudah.

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO