Entah Apa yang Merasuki Wasit Chelsea vs Ajax, 2 Kartu Merah 2 Menit

Entah Apa yang Merasuki Wasit Chelsea vs Ajax, 2 Kartu Merah 2 Menit

Wasit Chelsea vs Ajax bikin heboh usai beri dua kartu merah bagi keuntungan The Blues tadi malam. Tapi ternyata dia memang raja kartu merah dan penalti!

Pertandingan Chelsea vs Ajax di ajang Liga Champions tadi malam seolah-olah akan usai dengan kemenangan untuk raksasa Belanda itu setelah skor terjaga 2-4 sampai menit 67. Lalu entah setan mana yang merasuki wasit Gianluca Rocchi. Wasit Chelsea vs Ajax itu memberi dua kartu merah beruntun bagi dua pemain De Joden, yang menyebabkan The Blues mampu menyusul dengan skor 4-4 sampai peluit akhir berbunyi.

Berbagai kemarahan pendukung De Joden membanjiri media sosial. Tak sedikit pula yang menuding wasit Chelsea vs Ajax asal Italia itu terlibat dalam persengkongkolan mafia pengatur skor bola sehingga tega memberikan dua kartu merah dalam waktu dua menit saja, yang menyebabkan The Blues memiliki keunggulan jumlah pemain dan dengan demikian mudah menyamakan skor dari 2-4 menjadi 4-4.

Tapi mengintip data wasit Gianluca Rocchi selama ini memperlihatkan, dia memang raja kartu merah dan penalti. Dalam lima pertandingan terkininya di Liga Italia, ia memberi SEMBILAN PENALTI dan satu kartu merah! Juga 23 kartu kuning! Jadi sudah tidak heran bahwa ada dua penalti dan dua kartu merah (selain dua gol bunuh diri yang merugikan Chelsea).

Jalannya Pertandingan Chelsea vs Ajax Tadi Malam

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

Chelsea bangkit dari ketertinggalan 1-4 untuk mendapatkan satu poin penting di ajang Liga Champions hari Rabu (6/11) saat Ajax mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain pada malam yang penuh drama menegangkan di Stamford Bridge.

Ajax, semifinalis Liga Champions musim lalu, tengah dalam dominasi pertandingan dan menuju kemenangan ketika Donny van de Beek memberi mereka keunggulan tiga gol 10 menit setelah istirahat – tetapi dalam masa-masa 12 atau 13 menit akhir yang kacau Chelsea bangkit saat tim tamu kehilangan disiplin mereka.

Gol bunuh diri Tammy Abraham pada menit kedua memberi Ajax keunggulan cepat dan meskipun Chelsea dengan cepat membalaskannya melalui penalti Jorginho, mereka kemudian tertinggal lagi setelah Quincy Promes menyundul umpan silang yang brilian dari Hakim Ziyech. Sang pemain keturunan Maroko itu kemudian melihat tendangan bebasnya memantul di mistar gawang dan menghantam muka kiper Kepa Arrizabalaga, berbelok ke gawang Chelsea dan menjadikan skor 1-3 saat turun minum.

Van de Beek tampaknya telah menyelesaikan masalah Ajax Amsterdam dengan golnya pada awal babak kedua tetapi Cesar Azpilicueta membalaskan satu gol bagi Chelsea, sebelum Ajax kehilangan Daley Blind dan Joel Veltman dalam selisih dua menit untuk kartu kuning kedua. Pengusiran dua pemain itu diikuti oleh penalti Jorginho lagi yang membuat menit-menit akhir laga di Stamford Bridge berlangsung dalam kepanikan dan keterburu-buruan.

Reece James kemudian menyamakan skor 4-4 bagi Chelsea dan Azpilicueta mengira dia telah mencetak gol pemenang, sebelum kecewa karena VAR (video asisten wasit) campur tangan dan berhasil mendeteksi handball oleh Abraham sebelum gol terjadi. Baik The Blues maupun de Joden sama-sama memiliki peluang di detik-detik akhir tetapi pada akhirnya puas dengan hasil imbang 4-4 yang membuat mereka sama kuat dengan tujuh poin bersama dengan Valencia yang mengalahkan Lille 4-1 di Grup H.