Gara-gara Mo Salah, Mourinho Ramal Liverpool Gagal ke Final

Gara-gara Mo Salah, Mourinho Ramal Liverpool Gagal ke Final

Jose Mourinho menunjuk salah sepak Mo Salah di leg pertama semi final lawan Barcelona sebagai sebab gagal lolosnya Liverpool ke final Liga Champions.

Mantan pelatih Manchester United itu, yang kini bekerja sebagai tukang cuap-cuap di berbagai saluran televisi, menunjuk kegagalan Mohamed Salah mencetak satu gol tandang di leg pertama sebagai penyebab tugas berat Liverpool pada leg kedua di Anfield hari Rabu nanti.

Pada menit 84 pertandingan di Camp Nou itu satu serangan datang dari sisi kiri kotak penalti. Roberto Firmino memperoleh kesempatan menendang bola langsung ke gawang dari sudut sempit tapi digagalkan dua pemain Barca tepat di garis gawang, yang kemudian keduanya terjerembab ke jala gawang dan bola jatuh ke depan Mo Salah.

Dua pemain Barca lalu maju coba menghadang serangan Salah, sementara satu sudah pasrah di jala gawang dan kiper Marc-Andre ter Stegen sudah salah posisi. Striker Mesir itu menyambar bola dengan tendangan keras dan GAGAL! Bola menghantam tiang kiri gawang ter Stegen dan kembali ke bagian tengah lapangan.

Advertisement
advertisement
advertisement
DepoToto
DepoToto

Sitter itu (sebuah peluang gol yang super gampil tapi gagal) ditunjuk oleh Mourinho sebagai penyebab peluang berat The Reds pada leg kedua nanti. Lain halnya kalau itu menjadi gol dan skor agregat 3-1 maka tugas Liverpool sedikit lebih mudah. Dengan skor agregat saat ini 3-0 maka jika Barcelona mencetak satu gol tandang saja di Anfield, skuad Jurgen Klopp harus bisa mencetak lima gol, yang dirasakan terlalu berat.

Begini kata Jose Mourinho mengenai peluang leg kedua di Stadion Anfield hari Rabu (8/5) nanti, seperti dikutip The Mirror: “Waktu skornya masih 2-0 saya masih berpikir peluang terbuka lebar [bagi Liverpool untuk lolos ke final]. Saat mereka gagal memanfaatkan peluang menit-menit akhir untuk menjadikan skor 3-1, saya masih percaya peluang itu ada. Tapi skor 3-0 adalah 3-0.”

“Sekarang peluang Liverpool di Anfield sangat berat. Tim itu sangat bagus tapi jika Barcelona berhasil mencetak satu gol saja maka mereka harus bisa membalaskan lima gol [untuk lolos ke final] dan saya kira itu terlalu berat. Messi mengalihkan perhatian semua orang sehingga menjadikan itu (Barca mencetak gol tandang di Anfield) sangat mungkin terjadi. Saya kira Barcelona lolos.”