Gawat! Liga Champions, Liga Europa Mau Dibikin Satu Leg Semua Nanti

Gawat! Liga Champions, Liga Europa Mau Dibikin Satu Leg Semua Nanti

Gila Bola – Lebih banyak gol, lebih tampil, tak ada main bertahan maka UEFA mungkin akan meneruskan laga-laga satu leg pada sistem gugur Liga Champions di masa depan. Penonton puas, media massa lemas.

Entah apakah ini akan berhasil dilakukan oleh UEFA saat otoritas sepak bola Eropa itu mempertimbangkan melanjutkan laga satu leg untuk sistem gugur Liga Champions (dan juga Liga Europa) musim-musim depan. Pertimbangannya, UEFA melihat saat ini tim yang terlibat dalam pertandingan satu leg tidak lagi bermain hati-hati dan dipaksa untuk mencetak gol karena tidak ada leg kedua dengan kenyamanan stadion kandang.

Jika hal ini akhirnya diterapkan mulai Champions League musim depan maka yang akan demo pertama adalah stasiun televisi dan media massa pada umumnya karena lebih sedikit pertandingan yang bisa disiarkan, setengah saja dari biasanya enam pertandingan sejak babak 16 besar sampai semi final menjadi tiga. Plus satu di final, Empat total. Sementara untuk Liga Europa yang memulai sistem gugur dari babak 32 besar, jumlah laganya lebih banyak, empat satu leg, plus final. Lima seluruhnya.

Tapi tim-tim peserta babak sistem gugur untuk dua kompetisi Eropa itu juga akan teriak karena mereka akan kehilangan sama sekali hasil penjualan tiket untuk laga kandang. Para pendukung kesebelasan juga akan berteriak karena itu berarti satu tempat netral dan ongkos yang lebih mahal untuk mendukung tim kesayangannya. Seluruhnya dengan asumsi situasi krisis saat ini segera berakhir dan penonton diizinkan masuk ke dalam stadion.

Klimaks Sistem Satu Leg Musim Ini

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Ada sejumlah klimaks yang mendebarkan pada babak perempat final Liga Champions musim ini melibatkan Manchester City dan Lyon, PSG dan Atalanta, dan RB Leipzig atas Atletico Madrid. Dan yang paling menonjol adalah kemenangan Bayern Munchen atas Barcelona 8-2.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin yakin permainan sepak bola menjadi kurang berhati-hati dan tim terpaksa mengejar gol karena tidak akan ada leg kedua, sesuatu yang menyenangkan untuk ditonton dan memuaskan para penikmat sepak bola.

Ceferin menambahkan, seperti dikutip BBC: “Jika ini adalah satu leg, jika satu tim mencetak gol maka yang lain harus membalaskan gol secepat mungkin. Jika itu adalah sistem dua leg maka masih ada waktu untuk memenangkan pertandingan berikutnya.”

“Tapi tentu saja kami juga harus memikirkan fakta bahwa kami memiliki lebih sedikit pertandingan dan televisi akan mengatakan ‘Anda tidak memiliki banyak pertandingan seperti sebelumnya, ini berbeda’ – jadi kami harus berdiskusi ketika situasi gila ini berakhir.”

Format Liga Champions dan Liga Europa saat ini tidak dapat diubah hingga 2024/2025, meskipun diskusi diharapkan akan segera dimulai akhir tahun ini mengenai struktur kompetisi pada fase berikutnya.