Gegar Otak Loris Karius Pengaruhi Performanya di Final Liga Champions

Loris Karius alami gegar otak terkena sikut Sergio Ramos di laga final Liga Champions.
Loris Karius alami gegar otak terkena sikut Sergio Ramos di laga final Liga Champions.

Gilabola.com – Tim medis sebuah rumah sakit di Amerika memastikan Loris Karius mengalami gegar otak sehingga mempengaruhi performanya di final Liga Champions.

Liverpool gagal mengangkat trofi Liga Champions untuk keenam kalinya dalam sejarah setelah takluk dari Real Madrid dengan skor akhir 3-1 di final Liga Champions di Kiev pada 27 Mei lalu.

Akan tetapi laga pamungkas tersebut berjalan kontroversial. Mohamed Salah harus ditarik keluar pada menit ke-31 usai mengalami dislokasi bahu setelah dijatuhkan oleh Sergio Ramos.

Setelah itu publik pun membagikan cuplikan video yang memperlihatkan kapten Los Blancos itu menyikut kiper Loris Karius saat yang bersangkutan mencoba mengamankan bola.

Penjaga gawang asal Jerman itu pun dikritik karena melakukan dua blunder yang berujung gol dan ia langsung meminta maaf kepada para suporter yang hadir di stadion diiringi air mata.

BACA:  Xherdan Shaqiri Diakui Mirip Dengan Lionel Messi

Akan tetapi tim medis dari Rumah Sakit Umum Massachusetts meyakini bahwa Loris Karius mengalami gegar otak yang berimbas pada performanya.

Dokter Ross Zafonte dan terapis fisik Lonore Herget memastikan bahwa pria berusia 24 tahun itu kesulitan memperkirakan jarak sebuah objek, walau tidak menyebut bahwa benturan tersebut disebabkan oleh Sergio Ramos.

“Setelah menganalisa cuplikan film pertandingan secara seksama dan menggabungkannya dengan catatan medis, termasuk pengakuannya saat ini, dan gejala-gejala langsung pasca kontak seperti pemeriksaan fisik dan metrik objektif, kami menyimpulkan bahwa Tuan Karius mengalami gegar otak pada 26 Mei 2018,” bunyi pernyataan rumah sakit.

BACA:  Virgil van Dijk Pastikan Liverpool Tak Peduli Hasil Laga City

“Saat kami mengevaluasi, Tuan Karius memiliki sisa-sisa gejala dan pertanda yang memperlihatkan adanya disfungsi pandangan spatial dan diperkirakan terjadi tidak lama setelah insiden (gegar otak) tersebut terjadi.”

“Gejala tambahan dan area disfungsi juga ada. Itu dimungkinkan bahwa hal tersebut memberikan pengaruhnya terhadap performanya (saat final).”