Manajer Atalanta Menyesal Tiket Semifinal Liga Champions Lenyap Dalam 3 Menit

Manajer Atalanta Menyesal Tiket Semifinal Liga Champions Lenyap Dalam 3 Menit

Gilabola.com – Manajer Atalanta Gian Piero Gasperini mengakui kekalahan timnya terasa sangat menyakitkan lantaran mereka sudah sangat dekat untuk lolos ke semifinal Liga Champions sebelum dua gol telat PSG dalam rentang tiga menit membuyarkan harapan mereka.

Tim kecil asal Bergamo itu tampaknya akan melanjutkan kejutan mereka ketika sontekan Mario Pasalic menit ke-26 membawa mereka unggul dan bisa mempertahankannya hingga menit ke-89 dari pertandingan.

Namun permainan defensif, ditariknya Alejandro Gomez karena kesakitan, dan masalah cedera pada Remo Freuler yang memaksa mereka bermain dengan 10 pemain akhirnya menjadi harga mahal yang harus ditebus La Dea.

Umpan crossing Eric Maxim Choupo-Moting berhasil sampai ke Neymar di kotak penalti yang lantas sontekan lemahnya malah mengarah ke rekan senegaranya Marquinhos di depan gawang untuk menghasilkan gol penyeimbang menit ke-90.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Penyerang kelahiran Jerman yang datang secara gratisan dari Stoke City itu kemudian mencetak gol kemenangan timnya secara dramatis pada menit ke-83 usai menerima sodoran dari Kylian Mbappe dan mengantarkan mereka lolos ke semifinal.

Manajer Gian Piero Gasperini pun dibuat syok oleh dua gol telat Paris Saint-Germain akibat kelengahan timnya pada menit-menit akhir, menyebutnya itu sebagai penyesalan yang sangat besar dan menyakitkan.

“Penyesalan terbesar adalah karena kami sudah sangat dekat untuk lolos ke semifinal dan berpikir kami benar-benar mungkin melakukan kejutan yang luar biasa ini,” kata pelatih 62 tahun itu kepada Sky Sport Italia. “Bagaimanapun kami tetap puas karena kami menjalani satu musim Liga Champions yang hebat, terus meningkat melawan tim-tim terbaik di Eropa. Saya hanya bisa berterima kasih kepada para pemain atas semua yang telah mereka lakukan musim ini.”

“Ini mengecewakan karena kami hampir saja mencapai babak semifinal. Ada beberapa pemain terbaik di dunia di sana, ada Kylian Mbappe dan Neymar, yang pada titik tertentu benar-benar menghidupkan permainan mereka.”

“Kami bisa saja kebobolan lebih awal, dan itu mungkin lebih baik, ketimbang kebobolan di menit-menit akhir yang malah jauh lebih menyakitkan. Kami melakukan semua yang kami bisa, di akhir pertandingan yang sangat sulit dan melelahkan, jadi saya tetap berterima kasih kepada para pemain.”

“Liga Champions adalah kompetisi yang sangat spesial dan saya membaca beberapa waktu yang lalu bahwa Jose Mourinho mengatakan bahwa Liga Champions adalah kompetisi yang detail. Satu detail kecil bisa membuat perbedaan ketika laga sangat seimbang dan bisa berjalan satu arah atau yang lain.”

“Terlepas dari segalanya, kami mencapai menit ke-90 dengan memiliki keunggulan. Kami benar-benar bagus dalam permainan bola mati, ada peluang dari Berat Djimsiti, dan kami harusnya bisa bermain lebih baik dalam beberapa serangan balik, tetapi sekali lagi, ini semua karena masalah detail kecil.”