Gian Piero Gasperini Tak Sesali Taktik Atalanta, Singgung Keputusan Pro Real Madrid

Gila Bola – Gian Piero Gasperini pasti akan membuat keputusan yang sama soal taktiknya setelah Atalanta tersingkir dari Liga Champions, tetapi menyesali kurangnya presisi timnya dan banyaknya keputusan wasit yang dianggap pro Real Madrid.

Ini adalah musim kedua Atalanta berkompetisi di Liga Champions dan mereka secara mengejutkan berhasil mencapai perempat final musim lalu, tapi kali ini tersingkir lebih cepat di babak 16 besar di tangan Real Madrid, takluk dengan skor agregat 4-1 dari juara 13 kali kompetisi ini.

Di leg pertama lalu, rencana permainan La Dea dirusak oleh kartu merah kontroversial Remo Freuler di menit ke-17, membuat mereka akhirnya menyerah dengan skor 0-1 di Stadion Atleti Azzurri d’Italia melalui gol tunggal menit akhir Ferland Mendy.

Advertisement
QQCepat
QQCepat

Kini di leg kedua di Stadion Alfredo di Stefano, Gian Piero Gasperini menurunkan seleksi pemain yang mengejutkan, membangkucadangkan Josep Ilicic dan Duvan Zapata, dengan keputusan taktik yang aneh itu akhirnya membuat mereka kalah telak 3-1 dari Real Madrid di leg kedua pada Rabu (17/3) dini hari WIB.

Gian Piero Gasperini mengaku bahwa dia tak menyesali soal pemilihan taktiknya melawan skuad asuhan Zinedine Zidane, tapi menyoroti kurangnya presisi permainan timnya dan menyesalkan beberapa keputusan yang pro Real Madrid dan itu sangat merugikan bagi Atalanta.

“Saya pasti akan membuat keputusan yang sama soal taktik saya. Sayangnya, gol pertama, penalti, dan bahkan gol di leg pertama membahayakan harapan kami dan tiket lolos menjadi tugas yang semakin sulit. Ketika Anda menghadiahkan gol seperti itu kepada lawan, itu menjadi lebih sulit,” kata sang pelatih kepada Sky Sport Italia.

“Sangat disayangkan, kami merasa bahwa kami memiliki kemungkinan untuk tampil lebih baik dan membawa permainan kami ke Real Madrid. Tapi kami mengambil jalan yang salah, itu sebagian karena kesalahan kami sendiri, dan itu menjadi terlalu sulit bagi kami melawan mereka. Tapi bagaimanapun, pengalaman ini selalu fantastis untuk para pemain, pelatih, dan klub, karena kami menghadapi yang terbaik di panggung internasional.”