Hari Ini Enam Tahun Lalu 24 Mei 2014: LA DECIMA Real Madrid

La Decima Real Madrid

Gilabola.com – Tepat enam tahun lalu skuad Real Madrid asuhan Carlo Ancelotti berhasil mengalahkan Atletico Madrid dan memenangkan gelar Liga Champions untuk yang ke-10 kalinya, atau juga disebut La Decima.

La Decima sudah lama menjadi impian Real Madrid. Memenangkan Liga Champions untuk yang ke-10 kalinya yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Peluang emas itu datang pada 24 Mei 2014 di final Liga Champions melawan rival sekotanya Atletico Madrid di Estadio da Luz di Lisbon. Real Madrid asuhan Carlo Ancelotti tak mau meremehkan Atletico Madrid asuhan Diego Simeone yang baru saja dinobatkan sebagai juara La Liga musim 2013-2014.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Dalam laga final tersebut, Diego Godin memanfaatkan kesalahan kiper Real Iker Casillas dan berhasil membawa Atleti unggul babak pertama, dan Atletico mempertahankan keunggulan mereka dengan sekuat tenaga hingga masa injury time di mana Sergio Ramos menanduk bola kiriman sepak pojok Luka Modric.

Gol Ramos membuat pemain Atletico patah hati, dan Real Madrid berhasil membalikkan keunggulan saat waktu tambahan. Gareth Bale, yang baru datang dari Tottenham musim panas sebelumnya, mencetak gol melalui sundulan dari sudut yang sempit setelah kiper Thibaut Courtois memblokir tembakan Angel Di Maria di 11 menit tersisa.

Marcelo yang baru masuk berhasil mencetak gol ketiga sementara Cristiano Ronaldo mendapat kesempatan untuk mencatatkan namanya di papan skor dari titik penalti.

Terlalu berat bagi Simeone, setelah gol keempat, ia emosi dan merengsek ke lapangan untuk menantang pemain Real Raphael Varane.

Pertandingan berakhir dengan skor 4-1, Real menjadi klub pertama yang memenangkan Liga Champions sebanyak 10 kali. Atletico Madrid remuk setelah gagal mempertahankan keunggulan.

Setelah membuat Real berjuang mati-matian untuk mendapatkan gelar tersebut, pelatih Atleti menunjukkan kebesaran hatinya. Simeone mengatakan tim Ancelotti pantas menang. ‘‘Jika Anda melihat seluruh pertandingan, Real Madrid lebih baik. Di babak kedua mereka bermain lebih baik. Mereka membuat kami hancur. Laga yang sulit melawan tim seperti Real Madrid,” kata Simeone.

“Saya memberi tahu para pemain saya bahwa tidak ada gunanya menangis. Ketika Anda telah bermain sebaik mereka, Anda harus tetap berpikir dan berpikir tentang musim depan.”

Sementara itu pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti mengatakan bahwa kemenangan ini hanyalah sebuah langkah awal untuk timnya.

“Kemenangan Liga Champions ini bukan akhir dari tujuan kami, ini adalah salah satu awal. Kami memiliki tim yang sangat muda dan berkualitas tinggi. Kami memiliki pemain yang akan meningkat performanya musim depan, seperti yang datang tahun ini; Illarra, Isco …” kata Ancelotti.

“Trofi ini memotivasi kami untuk menjadi lebih baik tahun depan. Tahun-tahun sebelumnya telah memberikan motivasi dan kekuatan bagi tim karena pengalaman yang buruk. Tidak mudah mencapai tiga semifinal berturut-turut dan gagal bermain di final”.

Itu ternyata kata-kata yang tepat bagi Los Blancos, malam kemenangan di Lisbon membuka pintu kemenangan berikutnya bagi Real. Setelah menunggu gelar ke-10 mereka selama 12 tahun, berikutnya mereka merebut mahkota Liga Champions tiga kali dalam empat tahun berikutnya. Josss!