Harry Kane Bisa Bernasib Seperti Diego Costa di Final Tahun 2014

Harry Kane Bisa Bernasib Seperti Diego Costa di Final Tahun 2014

Liverpool akan bersorak gembira jika Mauricio Pochettino memainkan Harry Kane sebagai starter pada final Liga Champions beberapa jam lagi.

Pelatih Tottenham Hotspur itu akan menghadapi sebuah keputusan dilematis dalam rentang beberapa jam lagi. Apakah Pochettino akan berani memainkan Harry Kane? Atau ia akan bermain aman dengan menurunkan Lucas Moura, sang pahlawan Spurs pada babak semi final menghadapi Ajax Amsterdam.

Updates: Tottenham memilih menurunkan Harry Kane dan bukan pahlawan mereka saat semi final, Lucas Moura, di lini depan. Selengkapnya susunan pemain kedua kubu adalah sebagai berikut.

SPURS: Lloris, Trippier, Alderweireld, Vertonghen, Rose, Winks, Sissoko, Eriksen, Dele, Son, Kane. Cadangan: Gazzaniga, Vorm, Sanchez, Foyth, Davies, Aurier, Dier, Walker-Peters, Wanyama, Lucas, Lamela Llorente.

Advertisement
advertisement
advertisement
Ratu Casino 77
Ratu Casino 77

LIVERPOOL: Alisson, Alexander-Arnold, Matip, Van Dijk, Robertson, Fabinho, Wijnaldum, Henderson, Salah, Firmino, Mane. Cadangan: Mignolet, Kelleher, Lovren, Gomez, Moreno, Milner, Lallana, Oxlade-Chamberlain, Shaqiri, Origi, Brewster, Sturridge.

Harry Kane sudah tidak bermain sepak bola sejak bulan April saat ia menderita cedera pada laga perempat final leg pertama melawan Manchester City. Ia ditarik keluar dan terlihat menggunakan kruk saat pertandingan berakhir dan para pemain berjalan ke bus tim.

Tentu saja striker Inggris itu berusaha meyakinkan sang manajer Argentina bahwa dirinya fit dan siap diturunkan sebagai starter dalam laga paling penting musim ini di Wanda Metropolitano, Minggu (2/6) dinihari. Ia berlari dengan penuh semangat dalam latihan terbuka tim yang berlangsung di dalam stadion milik Atletico Madrid itu, Jumat malam.

Ia seperti berusaha memperlihatkan kecepatan dan stamina dirinya setelah tak lagi bermain sejak 9 April lalu akibat cedera. Harry Kane adalah top skor Spurs, baik di ajang Liga Inggris maupun Liga Champions. Di ajang kompetisi Eropa, ia sudah melesakkan lima gol. Begitu pula di ajang Liga Inggris, meski absen dalam 10 pertandingan sejak awal April, ia masih menduduki urutan keenam top skor Premier League dengan 17 gol.

Namun Pochettino tentu teringat insiden Diego Costa pada final Liga Champions tahun 2014. Waktu itu pertandingan Atletico Madrid vs Real Madrid di acara puncak kompetisi Eropa itu baru berlangsung sembilan menit saat mantan pemain Chelsea itu cedera hamstring (otot paha belakang) dan harus diganti.

Baru sembilan menit dan Atletico sudah harus melakukan pergantian pemain, menyisakan hanya dua jatah sisa selama 80 menit sisanya. Itu merupakan tragedi dan benar saja Atletico kalah dari Los Blancos saat itu.

Tapi Pochettino juga bisa menjadi pahlawan jika hoki lagi bagus. Ia akan teringat laga Piala Eropa tahun 1979 saat Nottingham Forest menghadapi Malmoe, sebuah klub dari Swedia. Pelatih Forest, Brian Cough, bisa saja main aman dengan menurunkan Martin O’Neill tapi ia memilih Trevor Francis yang baru saja sembuh dari cedera. Dan Francis mencetak satu-satunya gol pada ajang Piala Eropa itu di masa extra time babak pertama, membawa Forest yang merupakan sebuah tim kecil asal Inggris, meraih satu-satunya kehormatan Eropa saat itu.

Pilihan yang lebih aman dari Harry Kane sebenarnya adalah Lucas Moura, pemain PSG yang baru diimpor Tottenham bulan Januari 2019. Ia mencetak tiga gol saat Tottenham menang 3-2 di Amsterdam Arena, kandang Ajax, pada leg kedua semi final Liga Champions, tanggal 9 Mei lalu. Selang sebulan sebelumnya, Lucas Moura asal Brasil itu juga mencetak tiga gol pada laga Liga Inggris melawan Huddersfield pada pertengahan April 2019.