Harry Kane Optimistis Bisa Tampil di Final Liga Champions

Harry Kane Optimistis Bisa Tampil di Final Liga Champions

Striker Tottenham Hotspur, Harry Kane, berharap bisa tampil hadapi Liverpool di final Liga Champions, 1 Juni mendatang. Saat ini, ia masih menepi akibat cedera engkel.

Kane terlihat menonton aksi rekan-rekannya yang dengan luar biasa berhasil mengalahkan Ajax Amsterdam dengan skor 3-2. Padahal, anak asuh Mauricio Pochettino itu sempat tertinggal 0-2 hingga pertengahan babak kedua.

Advertisement
advertisement
advertisement
Dewa303
Dewa303

Seakan lupa akan cedera engkel yang dialaminya, Kane bahkan ikut berlari ke lapangan saat pertandingan berakhir. Dia mengaku, proses penyembuhan cederanya berjalan dengan baik.

“Mudah-mudahan saya bisa bermain (lawan Liverpool). Penyembuhan berjalan lancar,” kata Kane dilansir dari BT Sport.

“Saya sudah menjalani latihan ringan sejak sepekan lalu. Makanya saya baik-baik saja tadi lari dan melakukan selebrasi. Masih ada beberapa pekan lagi sampai final, saya yakin (cedera engkel ini) sembuh total,” sambungnya.

Puji Karakter Spurs

Kemenangan yang diraih Tottenham Hotspur memang penuh drama. Tertinggal dua gol dan agregat 0-3, tampak begitu mustahil buat pasukan Dele Alli dan kawan-kawan untuk bangkit serta membalikkan keadaan.

Kane pun mengakui rekan-rekannya bermain sangat buruk di babak pertama. Ia menilai Tottenham Hotspur terlalu mudah diserang dan lemah dalam penyerangan.

“Ini luar biasa. Babak pertama kami bermain buruk sekali. Lawan dengan mudah memainkan bola di area kami, dua gol yang mereka ciptakan jadi pukulan telak,” tambah Kane.

Lakukan Hal Terbaik di 45 Menit Terakhir

Memasuki di babak kedua, Kane menyebut sosok Pochettino paling berjasa mengembalikan mental para pemain yang sudah jatuh. Tidak banyak perubahan taktik yang dilakukan manajer asal Argentina tersebut, kecuali meminta anak asuhnya mengerahkan segala kemampuan demi suporter.

“Dia (Pochettino) meminta anak-anak untuk melakukan yang terbaik di sisa 45 menit. Jangan pedulikan lagi hal yang lain, jangan takut lelah, begitu katanya,” ujar Kane bercerita.

“Saat Lucas (Moura) mencetak dua gol, kami merasa gol lainnya tinggal menunggu waktu. Lalu (peluang) Jan Vertonghen membuat degup jantung kami semua berdetak keras. Saya pikir itu gol. Kemudian Lucas mencetak gol kemenangan di menit akhir. Saya tidak bisa berkata-kata lagi,” tambahnya.

“Anak-anak benar-benar luar biasa, mereka memperlihatkan karakternya, hati dan passion-nya. Hanya itu yang kita minta saat tim bermain buruk,” tutup Kane.