Gilabola.com – Feyenoord berhasil menciptakan kejutan besar dengan mengalahkan Bayern Munchen dengan skor telak 3-0 dalam laga yang berlangsung di Rotterdam pada Kamis (23/1) dini hari WIB.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, di mana kedua tim saling mencoba untuk mendominasi permainan. Hujan lebat sempat mengguyur lapangan, namun sistem drainase yang baik memastikan bola tetap bisa mengalir dengan lancar.
Pada menit ke-4, suasana di lapangan sangat menegangkan. Tidak ada yang mampu menunjukkan dominasi jelas. Feyenoord mulai mendekati area berbahaya Bayern pada menit ke-10, memanfaatkan kecepatan dan kondisi lapangan yang basah.
Bayern sendiri perlahan memasuki dinamika permainan di menit ke-13, mencoba mendominasi melalui kualitas individu pemainnya, tapi belum ada peluang berarti tercipta.
Pada menit ke-19, Feyenoord menerima kartu kuning pertama mereka melalui Hacko. Hanya dua menit berselang, Santiago Gimenez mencetak gol pembuka bagi Feyenoord.
Gol tersebut lahir dari serangan balik cepat yang membuat pertahanan Bayern kelimpungan. Bayern mencoba membalas, namun di menit ke-24, mereka kembali kebobolan saat sedang berada di momentum terbaiknya.
Masuk ke menit ke-28, Bayern mencatatkan peluang berbahaya pertama mereka, nyaris menyamakan kedudukan. Namun, kesalahan dalam umpan terakhir membuat serangan mereka tidak produktif.
Hingga menit ke-35, penguasaan bola Bayern mencapai 62 persen, namun hanya berputar-putar tanpa ancaman berarti. Feyenoord bertahan dengan sangat baik menggunakan garis pertahanan ganda.
Jelang berakhirnya babak pertama, tuan rumah mendapatkan penalti, Gimenez, yang belakangan dikaitkan dengan AC Milan, mengeksekusi peluang dengan baik dari titik putih, mengubah skor menjadi 2-0 bagi Feyenoord.
Babak kedua dimulai dengan Bayern mencoba bangkit. Leroy Sane masuk untuk menambah daya serang. Pada menit ke-50, pemain lokal Feyenoord dengan nomor punggung 10, Calvin Stengs, harus ditarik keluar karena cedera.
Upaya Bayern untuk mengejar ketertinggalan nyaris membuahkan hasil di menit ke-53, ketika Harry Kane menyundul bola yang sayangnya melebar tipis dari gawang. Feyenoord terus memanfaatkan ruang yang ditinggalkan Bayern, menyerang balik dengan cepat.
Di menit ke-60, Leroy Sane mendapat peluang emas melalui sundulan, tetapi aksi gemilang kiper Justin Bijlow mementahkan usaha tersebut. Bayern semakin tertekan saat Santiago Gimenez nyaris mencetak hattrick di menit ke-63, namun usahanya gagal diselesaikan dengan baik.
Pertahanan Bayern yang buruk terus menjadi masalah, terutama saat Feyenoord bermain dengan serangan balik yang efektif di menit ke-66. Harry Kane mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan dengan menciptakan empat peluang di babak kedua, namun tak satu pun berbuah gol.
Hingga menit ke-74, Feyenoord mengendalikan permainan dengan perubahan taktik yang berhasil meredam serangan Bayern. Justin Bijlow menjadi pahlawan Feyenoord di menit ke-77, menjaga gawangnya tetap steril dengan penyelamatan gemilang.
Bayern semakin frustrasi di menit ke-80, tak mampu menciptakan momentum berarti untuk membalikkan keadaan. Pada menit ke-87, Feyenoord sempat meminta penalti atas pelanggaran di kotak terlarang, tetapi wasit memutuskan tidak ada pelanggaran.
Puncak kejutan terjadi di menit ke-88, ketika Ayase mencetak gol ketiga Feyenoord, memastikan kemenangan gemilang 3-0 atas Bayern Munchen. Skor 3-0 bertahan hingga laga bubar.

