Impian Wissam Ben Yedder Akhirnya Terkabul di Old Trafford

Pemain Manchester United, Wissam Ben Yedder, akhirnya berhasil wujudkan impian masa kecilnya di kandang Manchester United, yakni menang atas tim yang dipenuhi para pemain bintang.
Pemain Manchester United, Wissam Ben Yedder, akhirnya berhasil wujudkan impian masa kecilnya di kandang Manchester United, yakni menang atas tim yang dipenuhi para pemain bintang.

Gilabola.com – Penyerang Sevilla, Wissam Ben Yedder, bahagia setengah mati usai sumbangan dua golnya mampu singkirkan Manchester United dari Liga Champions.

Pemain asal Prancis, Wissam Ben Yedder, baru masuk ke lapangan Old Trafford di menit ke-72. Tapi, ia mampu mencetak gol pertamanya di menit 74, saat Sevilla tandang ke Manchester United di leg ke dua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (14/03) dinihari WIB.

Belum genap lima menit, Wissam Ben Yedder menambah gol Sevilla di menit 78. Sehingga, Manchester United butuh balasan tiga gol untuk bisa lolos ke perempat final Liga Champions.

Romelu Lukaku sempat menyumbangkan satu gol jelang peluit panjang dibunyikan wasit. Tapi, gol itu tak bisa hentikan kegembiraan Los Rojiblancos berhasil melaju ke perempat final Liga Champions untuk pertama kalinya sejak tahun 1958.

Ben Yedder pun girang bukan kepalang. Impian masa kecilnya terwujud. Yakni, berhasil meraih kemenangan melawan tim besar yang berisikan para pemain bintang.

Advertisement

“Saya tidak tahu bagaimana menjabarkan emosi saya. Ini impian sejak kecil, bisa menang melawan para pemain bintang, tim besar seperti Manchester United. Ada banyak emosi [bermunculan],” ujar Ben Yedder.

“Kami akan mencoba untuk menikmatinya secara bersama-sama. Kami memasuki sejarah klub. Ini pertama kalinya [selama 60 tahun] kami bisa masuk ke perempat final Liga Champions. Ini sangat luar biasa,” tambahnya.

Mengenai keputusan Vincenzo Montella yang menurunkannya dari bangku cadangan, Wissam Ben Yedder mengaku tidak masalah.

“Ini pelik, tapi bagian dari hidup. Bermain, menjadi pemain cadangan dan menunggu jatah bermain. Terkadang kesabaran akan berbuah manis. Itu yang selalu saya yakini,” tambah pesepakbola berusia 27 tahun ini.

“Semua orang berkata, ada masalah antara saya dan pelatih. Padahal tidak ada masalah apapun. Dia membuat saya betah, mempercayai saya dan saya pun membalasnya sebisa mungkin,” tandas Ben Yedder.

“Saya selalu tutup mulut dan terus bekerja. Pelatih senang, saya senang, hanya itu yang terpenting,” ujarnya.