Inilah 4 Pemain Paling Gede Salahnya, Hancurkan Mimpi Atletico Tadi Malam

Inilah 4 Pemain Paling Gede Salahnya, Hancurkan Mimpi Atletico Tadi Malam

Gilabola.com – Usai menjungkirkan juara bertahan Liverpool, Atletico Madrid memiliki peluang besar jadi juara Liga Champions. Apalagi Cristiano Ronaldo yang selalu bikin susah sudah tersingkir pada 16 besar. Namun empat pemain ini sangat bersalah menggagalkan mimpi Rojiblancos tadi malam.

Atletico Madrid yang lebih dijagokan untuk lolos ke empat besar Liga Champions takluk 2-1 di tangan tim Bundesliga yang baru dibentuk tahun 2009, atau 11 tahun lalu, RB Leipzig tadi malam, Jumat (14/8) dinihari.

Persiapan sang raksasa Spanyol itu sudah sedikit terganggu jelang laga ini karena hanya dalam waktu 24 jam saja dua pemain mereka positif terpapar, yakni Angel Correa dan Sime Vrsaljko, yang tentu saja mengurangi opsi susunan pemain bagi Diego Simeone.

Seperti biasa, Atletico Madrid mengandalkan kekuatan pertahanan untuk meladeni RB Leipzig di laga ini, dan justru menjadi senjata makan tuan lantaran mereka malah kebobolan dua gol, sementara lini depan tumpul sampai Joao Felix masuk untuk memenangkan satu penalti bagi Rojiblancos.

Advertisement
RatuCasino77
RatuCasino77
SBOTOP
SBOTOP

Kekalahan ini membuat untuk pertama kalinya Atletico Madrid kalah di fase sistem gugur melawan tim yang tidak memiliki Cristiano Ronaldo. Juga menjadi kegagalan pertamanya melewati tim asal Jerman pada babak sistem gugur Liga Champions setelah dua kali sebelumnya lolos melawan hadangan mereka.

  • Jan Oblak 5: Aneh bahwa kiper perebut Trofeo Zamora beberapa kali ini (hadiah untuk kiper dengan rasio kebobolan paling sedikit) di LaLiga ini malah kebobolan dua gol dan membuat timnya menelan kekalahan. Jan Oblak akan menyesali malam yang oblak ini.
  • Kieran Tripper 7: Tampil meyakinkan pada posisi bek kanan, agresif membantu serangan serta mampu meredam Christopher Nkuku pada sisi kiri serangan Leipzig.
  • Stefan Savic 7: Berjuang secara spartan dan bahkan sampai berdarah-darah karena benturan kepala. Stefan Savic memenangkan tujuh duel udara dan 2 tekel, yang sayangnya tak cukup memberikan kemenangan bagi timnya.
  • Jose Gimenez 6: Tangguh dalam duel-duel bola atas dengan memenangkan tujuh kali duel semacam itu, sayang ia akan merasa sangat bersalah setelah gol kemenangan Tyler Adams terjadi akibat bola terpantulkan di kakinya dan membuat Jan Oblak mati langkah untuk mencegah bola masuk ke gawangnya.
  • Renan Lodi 7: Bisa dibilang merupakan pemain Atletico yang paling menonjol. Sebanyak lima dari enam umpan kunci Los Rojiblancos berawal dari kakinya, dengan Renan Lodi berkali-kali melakukan overlap yang membahayakan pertahanan RB Leipzig.
  • Koke 6: Gelandang Spanyol ini hanya melakukan sedikit saja pada bola, melakukan pekerjaan kotor di lini tengah, tapi tidak menonjol seperti yang sering ia lakukan di laga-laga besar.
  • Hector Herrera 5: Gagal memanfaatkan peluang dan nyaris tak terlihat perannya di lini tengah. Hector Herrera benar-benar tak sanggup menggantikan peran Thomas Partey di gelandang jangkar lini kedua tim dan malah sibuk ikut dalam keributan dengan sejumlah pemain Leipzig jelang akhir pertandingan.
  • Saul Niguez 6: Menguasai bola dengan baik, sangat bekerja keras memberikan dampak, dan dapat memberikan proteksi lebih pada pertahanan. Hanya pengaruhnya dalam serangan kurang terasa.
  • Yannick Carrasco 6: Penyerang paling berbahaya timnya khususnya di babak pertama. Kerjasamanya dengan Renan Lodi berkali-kali merepotkan pertahanan Leipzig.
  • Marcos Llorente 5: Secara mengejutkan berposisi lebih mundur sebagai second striker ketimbang Joao Felix, Llorente tak mampu memberikan pengaruh nyata dan kesulitan dengan peran barunya.
  • Diego Costa 4: Penyerang berpengalaman Spanyol ini benar-benar berada dalam kendali penuh bek muda Dayot Upamecano. Performa terburuk dan paling memalukan dari Diego Costa, sebelum digantikan oleh Alvaro Morata.
  • Joao Felix 7: Langsung membuat dampak nyata saat akselerasinya memaksa Lukas Klostermann menjatuhkannya di dalam kotak penalti, dengan dia sendiri mengeksekusi penaltinya dan gol.
  • Alvaro Morata 5: Hanya sempat melakukan empat kali umpan saat timnya berada dalam kendali permainan pihak Jerman.
  • Felipe -/- Baru masuk di masa injury time untuk menggantikan Koke.