Ismael Bennacer Terkejut Tidak Ada Campur Tangan VAR Pada Penalti Atletico Madrid

Atletico Madrid memenangkan pertandingan kontra Milan di San Siro, tapi penalti kemenangan mereka sangat kontroversial dan ini membuat gelandang tuan rumah, Ismael Bennacer, merasa berang.

Gelandang AC Milan Ismael Bennacer tercengang setelah melihat VAR seharusnya mencabut penalti Atletico Madrid dan menganulir keputusan wasit, mengatakan bahwa dia tidak mengerti mengapa hal itu bisa terjadi.

Rossoneri tampil lebih dominan dan memimpin melalui Rafael Leao di menit ke-20, tetapi permainan berubah ketika Franck Kessie menerima kartu kuning kedua pada menit ke-29, membuat tuan rumah harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
Totobet
Totobet
978Bet
978Bet

Kendati begitu Milan masih tampil sangat baik dan nyaris tidak memberikan ruang bagi Atletico Madrid untuk mencatatkan tembakan tepat sasaran sebelum terjadinya gol penyeimbang yang dicetak oleh Antoine Griezmann menit ke-84 setelah menerima umpan Renan Lodi.

Nah di masa injury time di menit ke-92, wasit Cuneyt Cakir kemudian membuat keputusan kontroversi dengan menunjuk titik putih karena menganggap Pierre Kalulu melakukan handball di kotak terlarang, padahal rekaman video menunjukkan bahwa gelandang Atletico Madrid Thomas Lemar melakukan handball terlebih dulu.

Sayangnya bahwa tidak ada campur tangan VAR untuk menganulir keputusan wasit, dan Milan akhirnya harus menelan kekalahan 1-2 di San Siro dari juara La Liga, sekaligus kekalahan kedua beruntun mereka di dua laga awal di fase grup.

“Ketika Anda kalah seperti itu, bahkan jika kami memberikan segalanya, pertandingan besar ini ditentukan oleh detail kecil. Itulah yang membuat perbedaan dan menyakitkan untuk kalah seperti itu,” kata gelandang berusia 23 tahun kepada Sport Mediaset.

“Ketika saya berbicara tentang ini, maksud saya semua yang terjadi. Saya tidak mengerti, ada VAR, mereka yang membuat keputusan. Saya tidak tahu harus berkata apa. Kami tidak bisa berbuat apa-apa, kami harus menundukkan kepala dan berkonsentrasi pada pertandingan berikutnya.”

AHABET
AHABET
HKINDO
HKINDO