Jadi Pahlawan Kemenangan Inter, Lukaku: Periode Terbaik Dalam Karir Saya

Gilabola.com – Romelu Lukaku berhasil menjadi pahlawan bagi Inter Milan saat dua golnya ke gawang Borussia Monchengladbach pada hari Rabu (2/12) menjaga harapan lolos pasukan Antonio Conte ke babak 16 besar Liga Champions.

Kini dengan koleksi 11 gol dari 12 laga di semua kompertisi musim 2020/2021, Romelu Lukaku mengakui bahwa ia menjalani satu setengah tahun terbaik dalam karirnya bersama Inter, tetapi memperingatkan bahwa mereka seharusnya bisa mematikan permainan lebih cepat melawan Borussia Monchengladbach.

Dua gol mantan penyerang Manchester United pada babak kedua memastikan kemenangan 2-3 usai gol pembuka Matteo Darmian pada babak pertama dibalas dua gol Alassane Plea, sementara gol ketiganya dianulir karena offside.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Inter Milan pun kini masih menjaga harapan mereka untuk lolos ke babak 16 besar, asalkan menang atas Shakhtar Donetsk pada laga pamungkas di Giuseppe Meazza pada Kamis (10/12) mendatang usai menjaga jarak dua poin dari wakil Ukraina itu dan Real Madrid, serta tiga poin di bawah Borussia Monchengladbach.

“Seperti yang saya katakan, saya salah satu dari 25 pemain. Ada pemain yang jauh lebih berpengalaman di sini daripada saya. Saya ingin membantu tim untuk menang, itulah yang saya lakukan di setiap sesi latihan dan setiap pertandingan, saya ingin membantu Inter,” kata pemain 27 tahun kepada Sky Sport Italia.

“Saya sangat senang berada di sini bersama para pemain ini, saya memiliki satu setengah tahun terbaik dalam karir saya bersama Inter Milan, jadi saya berterima kasih kepada pelatih, stafnya, dan rekan satu tim saya atas pencapaian saya ini.”

“Kami seharusnya bisa mengakhiri permainan [lebih cepat]. Kami unggul 3-1 dan beruntung bahwa VAR menganulir gol penyeimbang mereka. Karena itu, kami tidak boleh berpikiran negatif karena ada banyak pemain muda dan kami sedang berkembang.”

Lukaku tengah menjalani salah satu periode terbaik dalam karir sepak bolanya di San Siro. Usai terpuruk di Manchester United, striker Belgia itu bangkit di bawah asuhan Antonio Conte, mengemas 45 gol dan 8 assist hanya dalam 63 penampilan untuk Nerazzurri.