Jan Oblak, Thibaut Courtois & Kutukan Gianluigi Buffon Di Liga Champions

Gilabola.com – Baik Thibaut Courtois maupun Jan Oblak keduanya tidak diragukan lagi adalah dua penjaga gawang terbaik di dunia setidaknya hingga sekarang, sayangnya mereka belum pernah bisa menaklukkan Liga Champions.

Kiper Real Madrid Thibaut Courtois dan penjaga gawang Atletico Madrid Jan Oblak kini sama-sama menghadapi pertarungan pribadi mereka sendiri untuk menghindari menyerah pada ‘kutukan Gianluigi Buffon’ di Liga Champions.

Penjaga gawang Juventus telah memenangkan hampir segalanya dalam karirnya, mulai dari Piala Dunia hingga sejumlah gelar domestik bersama Juventus dan bahkan Piala UEFA bersama Parma, tetapi dia tidak pernah berjaya di Liga Champions.

Advertisement
QQCepat
QQCepat
TOTOBET
TOTOBET

Selain gagal memenangkan kompetisi, Gianluigi Buffon juga telah kalah di tiga final bersama La Vecchia Signora. Pertama melawan AC Milan pada musim 2002/03, lalu melawan Barcelona pada musim 2014/15 dan terakhir melawan Real Madrid pada musim 2016/17.

Thibaut Courtois (28) dan Jan Oblak (27) tentu saja masih punya cukup waktu di pihak mereka untuk bisa mengakhiri penantian untuk mengangkat si kupung besar, tetapi mereka tentu ingin bisa melakukannya dengan segera atau tekanan akan lebih meningkat dan kesemmpatan semakin menipis di usia senja karir mereka nanti.

Kiper internasional Belgia sejauh ini memiliki karir Liga Champions yang aneh. Dia nyaris memenangkannya di musim pertamanya, tetapi Atletico Madrid kalah melawan rival sekota dan klubnya saat ini Real Madrid di final. Sejak itu, dia tidak pernah berhasil melewati babak 16 besar, baik dengan Chelsea maupun Los Blancos.

Sekarang, Thibaut Courtois bekerja dengan Sergio Ramos, yang mencetak sundulan penting untuk mengalahkannya pada tahun 2014, mengirim final di Lisbon itu ke perpanjangan waktu di mana Real Madrid memenangkan pertandingan dengan skor nyaman 4-1. Keduanya ini sekarang memiliki ‘pakta’ dan penjaga gawang 28 tahun terus-menerus mengingatkan kaptennya bahwa dia berhutang gelar Liga Champions kepadanya.

Sementara kiper Slovenia itu paling dekat untuk memenangkan trofi pada tahun 2016 ketika Real Madrid sekali lagi menghentikan mimpi Atletico Madrid di final Liga Champions, yang kali ini mengalahkan mereka melalui adu penalti di Milan. Sedangkan di musim lain, Jan Oblak tersingkir di babak grup pada musim 2017/18, putaran kedua pada musim 2018/19 dan perempat final pada musim 2019/20.