Jose Mourinho Punya Teori Sendiri Soal Kekalahan Manchester United

Jose Mourinho Punya Teori Sendiri Soal Kekalahan Manchester United

Gilabola.com – Manchester United kalah 2-1 di kandang Valencia dan sebagai akibatnya gagal meraih posisi puncak klasemen Grup H Liga Champions, meski di saat yang sama Juventus kalah.

Dan manajer Setan Merah Jose Mourinho menyalahkan kurangnya intensitas timnya saat mereka gagal memanfaatkan kesempatan untuk mengklaim posisi teratas di klasemen Grup H Liga Champions.

Juventus secara mengejutkan kalah 2-1 saat melawan Young Boys, yang berarti sebuah kemenangan atas Valencia akan membuat Manchester United memuncaki klasemen Grup H sebelum drawing 16 besar, tetapi mereka justru kalah 2-1 di Mestalla.

Advertisement
advertisement
advertisement

The Red Devils meraih gol hiburan lewat pemain pengganti Marcus Rashford menit 87, tetapi mereka tetap berakhir sebagai runner-up grup dan bisa menghadapi raksasa Eropa lain di babak berikutnya.

Ditanya oleh BT Sport mengapa Setan Merah gagal memanfaatkan kekalahan Juventus, Mourinho menjelaskan: “Pertama-tama karena kami mencetak dua gol. Tapi bukannya menang 2-1, kami malah kalah 2-1,” canda Mourinho, merujuk ke gol bunuh diri Phil Jones di awal babak kedua.

“Ini serius! Saya pikir kami terlalu pasif di babak pertama, cukup nyaman dengan bola tetapi tidak dengan intensitas dan ambisi.┬áDan kemudian di babak kedua saya cukup yakin, setelah berbicara [kepada para pemain di ruang ganti] di babak pertama, segalanya akan berbeda di babak kedua.”

Jose Mourinho akui Manchester United terlalu merasa nyaman

“Tapi kami memulai babak kedua dengan gol bunuh diri yang memberi Valencia posisi yang lebih baik untuk mengontrol permainan.┬áKemudian saya melakukan dua pergantian pemain dan penampilan tim dengan cepat meningkat, dan kami mulai bermain lebih cepat dan membahayakan lini pertahanan lawan.”

“Kami kalah 2-1, kami mungkin seharusnya mendapatkan skor 2-2 karena kami memiliki beberapa peluang penting untuk menyamakan kedudukan. Tapi saya pikir pada dasarnya kami menyia-nyiakan babak pertama, bermain terlalu nyaman dan dengan intensitas yang tidak cukup.”