Site icon Gilabola.com

Jose Mourinho Tuduh Vinicius Picu Insiden Rasisme, Apa Yang Sebenarnya Terjadi?

Jose Mourinho dan Vinicius Junior

Kemenangan tipis 1-0 yang diraih Real Madrid atas Benfica pada leg pertama play-off Liga Champions di Lisbon, Selasa malam, berubah menjadi sorotan akibat kontroversi dugaan rasisme terhadap Vinicius Jr. Seusai pertandingan, pelatih tuan rumah Jose Mourinho justru menyebut sang penyerang kerap memancing lawan.

Gol semata wayang pertandingan lahir pada menit ke-50 melalui sepakan indah Vinicius. Namun momen itu segera tertutup oleh ketegangan yang muncul setelahnya.

Selebrasi, Kartu Kuning, dan Penghentian Pertandingan

Usai mencetak gol, Vinicius merayakan keberhasilannya di dekat bendera sudut. Wasit Francois Letexier kemudian memberikan kartu kuning karena selebrasi tersebut dinilai memancing reaksi suporter tuan rumah.

Vinicius saat meraakan golna di markas Benfica yang diduga menjadi sumber tindakan rasisme terhadapnya.

Saat berjalan kembali ke lingkaran tengah untuk melanjutkan pertandingan, Vinicius terlihat tersulut emosi setelah diduga mendapat ucapan dari winger Benfica asal Argentina, Gianluca Prestianni, yang berbicara kepadanya sambil menutup mulut dengan jersey.

Vinicius segera melaporkan dugaan tersebut kepada wasit dan meninggalkan lapangan dengan menolak melanjutkan permainan. Pertandingan dihentikan selama sekitar 10 menit sesuai protokol UEFA. Pada satu titik, laga sempat terancam tidak bisa dilanjutkan sebelum akhirnya kembali dimainkan.

Di tengah situasi tersebut, Vinicius juga sempat berdiskusi dengan Mourinho di tepi lapangan. Menariknya, selepas laga, pelatih Benfica itu justru menuding sang pemain sebagai pemicu insiden.

Mourinho sendiri mendapat kartu merah di akhir pertandingan karena memprotes keras keputusan wasit yang tidak memberikan kartu kuning kedua kepada Vinicius dalam insiden berbeda.

Mourinho Dikritik Mantan Pemain Inggris dan Belanda

Dalam wawancara usai laga, Mourinho menyatakan bahwa Vinicius kerap memancing reaksi di berbagai stadion. Pernyataan itu menuai kritik dari sejumlah pengamat.

Berbicara di Amazon Prime Video Sport, Wayne Rooney menilai komentar Mourinho tidak adil. Menurutnya, cara sang pelatih menyampaikan pendapat membuat publik bisa menarik kesimpulan sendiri yang merugikan Vinicius.

Pandangan serupa disampaikan Clarence Seedorf. Ia mengaku menghormati Mourinho sebagai pelatih dan pribadi, tetapi menilai sang manajer telah melakukan kesalahan besar dengan pernyataannya. Seedorf menegaskan bahwa tidak ada situasi apa pun yang dapat membenarkan pelecehan rasial.

Theo Walcott juga menyebut komentar tersebut mengecewakan. Ia menilai Mourinho masih terbawa emosi dan seharusnya tidak berbicara di depan kamera pada malam itu.

Pernyataan Vinicius dan Reaksi Rekan Setim

Vinicius kemudian merilis pernyataan pribadi. Ia menyebut para pelaku rasisme sebagai pengecut dan mengatakan bahwa mereka menutup mulut dengan jersey untuk menunjukkan kelemahan mereka. Ia juga menyindir adanya pihak yang seharusnya bertanggung jawab memberi hukuman.

Dalam pernyataannya, Vinicius mempertanyakan kartu kuning yang diterimanya karena merayakan gol. Ia juga menilai protokol yang dijalankan tidak efektif.

“Saya tidak suka berada dalam situasi seperti ini, terlebih setelah kemenangan besar ketika seharusnya sorotan tertuju pada Real Madrid. Tetapi ini perlu dilakukan,” tulisnya.

Insiden tersebut membuat sejumlah pemain Madrid marah. Kylian Mbappe terlihat emosi dan sempat ditahan rekan setimnya. Bek Inggris Trent Alexander-Arnold menyebut kejadian itu sebagai sesuatu yang memalukan bagi sepak bola.

Ia mengatakan tidak dapat banyak berkomentar karena kemungkinan ada investigasi berjalan, namun menilai apa yang terjadi telah merusak pertandingan, terutama setelah gol indah yang dicetak Vinicius.

Kemenangan 1-0 memberi keuntungan bagi Real Madrid jelang leg kedua. Namun malam di Lisbon justru lebih banyak diingat karena kontroversi yang menyertainya dibanding hasil di papan skor.

Exit mobile version