Jose Mourinho Ungkap Satu-satunya Momen Tangisi Kekalahan Timnya

Jose Mourinho Ungkap Satu-satunya Momen Tangisi Kekalahan Timnya

Gilabola.com – Jose Mourinho mengaku hanya punya satu-satunya momen di mana dia menangisi kekalahan tim asuhannya.

Pelatih asal Portugal yang kini memandu Tottenham Hotspur itu menjelaskan, bagaimana ia benar-benar merasa remuk-redam saat Real Madrid alami kekalahan dari Bayern Munchen di semifinal Liga Champions tahun 2012 lalu. Itulah satu-satunya momen di mana Mourinho pernah menangisi kekalahan klubnya.

Raksasa Jerman itupun melaju ke final kompetisi papan atas Eropa tersebut di tahun itu, setelah kalahkan Madrid melalui drama adu penalti. Pertandingan semifinal itu harus berlanjut ke babak perpanjangan waktu dan tendangan penalti, menyusul kemenangan 2-1 skuad Mourinho selama waktu normal.

Dalam laga tersebut, Arjen Robben mencetak gol dari titik penalti pada menit 27 hingga Bayern berhasil menyamakan agregat menjadi 3-3. Sementara Cristiano Ronaldo, Kaka dan Sergio Ramos gagal mencetak gol saat pertandingan berakhir dengan adu penalti.

Advertisement
Pulsa Gratis
Pulsa Gratis
RatuCasino77
RatuCasino77

Bastian Schweinsteiger menjadi pemain penentu kemenangan Die Roten atau tim asuhan Jose Mourinho saat itu, hingga tim asuhan Jupp Heynckes tersebut bertemu Chelsea di final. Namun, mereka akhirnya dipermalukan the Blues dalam laga final yang digelar di Allianz Arena, lewat sebuah laga yang kembali diputuskan melalui adu penalti.

Pelatih 57 tahun itupun ungkapkan kekecewaannya yang mendalam ketika itu. “Sayangnya, itu sepak bola. Cristiano (Ronaldo), Kaka, Sergio Ramos … tiga monster sepak bola, tidak ada keraguan mengenai hal itu, tapi mereka juga manusia,” ungkap Mourinho kepada Marca, seperti dilansir Goal.

“Malam itulah satu-satunya momen dalam karir saya sebagai pelatih, di mana saya pernah menangis usai kekalahan tim saya. Saya benar-benar mengingatnya … Aitor (Karanka, asistennya di Madrid saat itu) dan saya, berhenti di depan rumah saya, kami terdiam di dalam mobil, dan menangis,” ujar Mourinho yang juga pernah sukses bersama Inter Milan dan Chelsea tersebut.

“Momen itu sangat sulit bagi kami, karena kami-lah yang terbaik musim itu,” tegas Mourinho.

Hal itu terbukti menjadi salah satu dari sedikit kesalahan yang dilakukan skuad Jose Mourinho selama musim luar biasa yang mereka lakoni. Saat itu, Los Blancos memenangkan gelar La Liga dan sukses kantongi 100 poin – sembilan poin lebih banyak dari Barcelona, dan ​​mencetak rekor untuk satu musim kompetisi papan atas di Spanyol.

Madrid juga berhasil mencetak 121 gol selama musim 2011/12 yang terkenal itu, dan itu menjadi satu lagi rekor La Liga yang berhasil mereka bukukan. Sementara, mereka hanya akan kalah dua kali di ajang liga – masing-masing di laga melawan Levante dan Barca.

Selama Mourinho tangani Madrid di tahun 2010 hingga 2013, mereka sukses memenangkan 128 dari 178 pertandingan. Dia kemudian akan melanjutkan karirnya di Chelsea – untuk kedua kali dalam karirnya, dan memenangkan gelar Liga Premier ketiga untuk The Blues. Setelah itu ia gabung Manchester United pada 2016 – mantra yang kemudian bertahan lebih dari dua musim, sebelum ia akhirnya dipecat pada Desember 2018.

Kini, Jose Mourinho mengasuh Tottenham sejak November 2019, dan membimbing klub London utara tersebut ke urutan kedelapan papan klasemen sementara Liga Primer, sebelum pandemi coronavirus menghentikan kompetisi sepak bola di seluruh dunia.