Jurgen Klopp dan Rekor Sial di Final Liga Champions

Gilabola.com – Manajer Liverpool Jurgen Klopp menanggapi rekor sial di final Liga Champions timnya melawan Tottenham Hotspur.

Ketika memimpin Borussia Dortmund sebelum ia bergabung dengan Liverpool pada 2015, Jurgen Klopp telah kalah setidaknya di satu laga final dalam enam dari tujuh musim sebelumnya.

Kekalahan terakhir ketika Liverpool kalah dari Real Madrid di final Liga Champions tahun lalu (3-1), tetapi ada harapan yang lebih besar bagi runner-up Liga Premier saat mereka akan melawan Tottenham Hotspur yang relatif tidak berpengalaman di ajang Liga Champions.

Advertisement
KaikoSlot
KaikoSlot
TOTOBET
TOTOBET
GITARTOGEL
GITARTOGEL

“Jika saya akan menjadi alasan untuk kalah enam final berturut-turut, maka semua orang perlu khawatir. Jadi itu bukan masalahnya maka kita tidak perlu khawatir akan selalu memiliki peluang dan itulah bagaimana kita melihatnya sebenarnya,” kata Jurgen Klopp saat jumpa pers pada hari Jumat.

“Sejak 2012, selain 2017, saya bersama tim saya setiap tahun berada di Liga Champions. Jadi kami kadang-kadang datang dengan keberuntungan, tetapi sebagian besar karena kami layak berada di sana, jadi saya mungkin layak saat ini disebut pemegang rekor, setidaknya memenangkan semi final.”

“Saya manusia normal, jadi jika saya duduk di ruangan dan berpikir ini semua tentang saya, sayalah alasannya, jika saya melihat diri saya sebagai ‘pecundang’ atau apa pun, maka kita semua akan memiliki masalah , tapi saya tidak melihatnya seperti ini.”

“Saya pikir mungkin ada saat-saat yang beruntung dan tidak beruntung dan di beberapa final, itu adalah bagian dari kita dan kita tidak pernah berada di pihak yang beruntung, itu benar, saya tidak dapat mengubah itu.”

Jurgen Klopp tetap bersikukuh bahwa hanya sedikit yang bisa dipelajari Liverpool dari kekalahan 3-1 tahun lalu dari Real Madrid di Kiev karena sifat “aneh” dari gol-gol yang mereka derita, tendangan salto yang memukau oleh Gareth Bale disertai dengan dua kesalahan penjaga gawang dari Loris Karius.

Namun, pemain asal Jerman itu yakin pengalaman itu bertindak sebagai katalis bagi timnya, yang membantu mereka kembali ke final, sembari memberi tekanan pada Manchester City dalam perburuan gelar Liga Premier.

“Kami belajar banyak pada saat itu karena kami bersama melakukannya, dengan banyak pemain bersama saya selama tiga tahun, dengan beberapa pemain selama satu tahun, dan tahun ini kami belajar banyak lagi,” kata Jurgen Klopp.

“Kami adalah tim yang sama sekali berbeda dengan tahun lalu. Jadi final (tahun lalu) tidak terlalu penting bagi peningkatan kami.”

“Final itu seperti titik awal untuk langkah selanjutnya. Begitulah cara kami melihatnya, itulah cara kami ingin menggunakannya dan itulah yang kami lakukan, tetapi dari pertandingan (final tahun lalu) kami tidak bisa belajar banyak kalau mau jujur.” tutup Jurgen Klopp.

AHABET
AHABET
INDOTOGEL
INDOTOGEL