Juventus Hadapi Pembunuh Real Madrid di Perempat Final

Juventus Hadapi Pembunuh Real Madrid di Perempat Final

Juventus menghadapi pembunuh Real Madrid, Ajax, pada babak perempat final usai hasil drawing Liga Champions hari Jumat (15/3) sore waktu Indonesia.

Juventus akan bertindak sebagai tim tamu sebelum menjamu Ajax di Turin pada leg kedua.

Juventus sejauh musim ini di Liga Champions sudah menang lima kali, tak satu kali pun draw, dan kalah tiga kali. Mereka memasukkan 12 gol dan kebobolan enam. Tapi tentu saja yang paling dikenang dari Bianconeri adalah prestasi mereka di babak 16 besar.

Advertisement
advertisement
advertisement

Usai tertinggal 2-0 dari Ateltico Madrid dari leg pertama, Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan terlihat seolah-olah akan tersisih secara mengecewakan, tapi kemudian berbalik bangkit kembali dengan skor 3-0. Dan pahlawan dari leg kedua tentu saja adalah striker Portugal itu, yang mencetak tiga gol, termasuk satu dari titik penalti, untuk membawa Juventus lolos ke perempat final.

Tim asal Belanda ini menduduki ranking 22 di daftar klub terbaik UEFA. Mereka sejauh musim ini (termasuk laga kualifikasi) sudah menang delapan kali, draw lima, kalah satu, gol memasukkan 29 dan kemasukan 12. Pada babak penyisihan grup mereka berhasil menahan imbang Bayern Munchen dua kali (3-3 dan 1-1) serta mengambil 10 poin dari AEK Athens dan Benfica.

Secara gemilang de Godenzonen kemudian menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar dengan skor agregat 5-3. Ajax lebih dulu kalah 2-1 di Amsterdam Arena sebelum mempermalukan sang juara bertahan 4-1 di Santiago Bernabeu. Skor agregat 5-3 itu mengakhiri masa kejayaan Los Blancos selama 1000 hari di kancah Eropa.

Top skor de Joden adalah Dusan Tadic yang mencetak sembilan gol sejak babak kualifikasi. Sekedar membandingkan prestasi, musim lalu Lucky Ajax ini tidak terlalu beruntung, tersingkir di babak kualifikasi ketiga dan kemudian bermain di kasta kedua, Liga Europa. Prestasi di kancah Eropa, Ajax pernah menjadi tim yang sangat menakutkan, menjadi juara Eropa pada periode 1971 sampai 1973, sebelum jeda yang cukup lama dan kembali jadi juara Eropa tahun 1995.